Showing posts with label x English version general article. Show all posts
Showing posts with label x English version general article. Show all posts

Atap anyaman dengan struktur kayu dan bambu


astudioarchitect.com Dewasa ini material bangunan yang langsung didapat dari alam banyak mencerminkan gerakan kembali ke alam. Material bangunan seperti atap ijuk, alang-alang, tebu, dengan konstruksi sederhana seperti kayu, bambu dan papan mulai diminati sebagai alternatif sangat murah membangun bangunan seperti kafe, teras, gazebo, dan sebagainya. Material ini lumayan banyak yang mulai digunakan karena faktor murahnya. Material penutup atap ini dibuat dari daun tebu, merupakan material alternatif untuk penutup atap, dengan konstruksi yang relatif sederhana. Rangka bangunan bisa dibuat dari kayu dengan penutup bambu anyaman (gedhek), bisa juga menggunakan papan tripleks atau multipleks.


Setelah mengobrol dengan pemilik bangunan beratap anyaman daun ini saya mengetahui beberapa hal tentang atap tersebut. Konstruksinya cukup dibuat dari tiang-tiang dan kuda-kuda kayu seperti biasa, bahkan bisa menggunakan kayu sengon atau jati Jawa. Di bagian yang menumpu pada kuda-kuda bisa diberi usuk yang langsung menumpu pada balok atas dinding dan bubungan.

Diatas usuk, terdapat reng yang juga berfungsi sebagai pengikat anyaman daun bambu, dimana rata-rata bambu plus anyamannya seharga Rp2000 - Rp3000,- dengan panjang beberapa meter, disusun dengan jarak kurang lebih 10 cm antar bambu.

Menurut saya kondisi biofisika yang terjadi dalam ruang dibawah atap ini terlampau sejuk, dibandingkan dengan menggunakan atap asbes atau seng (pabrikan). Hal ini karena adanya ruang antara atau pori-pori, namun sama dengan material murah yang lain, perlu diganti setiap 1-1,5 tahun sekali. sehubungan dengan kemungkinan kebocoran.


Pada gambar ini terdapat lubang-lubang pada atap yang bisa ditangani dengan mudah, yaitu mengganti bilah bambu ber-anyaman daun tebu seharga Rp2000,- tentunya sangat murah.

Satu hal paling 'keren' dari struktur sederhana ini adalah kesan 'resort' atau kesan alami yang sangat menenangkan, apalagi ditambahkan dengan unsur bambu bilah sebagai kisi-kisi pengganti dinding, sangat sesuai untuk bangunan non permanen untuk menambahkan ruang rumah tinggal, kafe, dan sebagainya. Misalnya digunakan untuk dapur bersuasana alami, atau tempat duduk-duduk, teras, dan sebagainya.

NOTE: Kasus kebakaran atap rumbia/ alang-alang yang terjadi pada tahun 2009 diberitakan oleh Suara Surabaya pada September 2009. Kasus kebakaran atap rumbia atau alang-alang terjadi dengan pemicu arus pendek listrik, cuaca panas dan kemudahan terbakar. Bila membuka artikel di internet seputar 'atap alang alang terbakar'... sepertinya selalu ada pemicunya... seperti arus pendek, petasan yang dilempar... tapi bukan dari panas langsung membakar materialnya...

Bila material ini disentuh bagian bawahnya, material  memang bawahnya dingin (tidak panas) untuk material daun tebu ini. Sepertinya kita tidak harus berhenti memakai material ini karena takut terbakar... Barangkali terdapat penyelesaian arsitekturalnya... misalnya: tumbuhkan pohon peneduh disekitar atap alang2... he he

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bangunan yang Iconic / Iconic Buildings

astudioarchitect.com Seringkali sebuah arsitektur bangunan dikatakan sebagai Icon dari sebuah kawasan, menjadi sebuah cara untuk mengungkapkan keberadaan sebuah bangunan yang memberi warna, pengaruh, serta kepentingan di sebuah kawasan. Sebagai contoh: Monas adalah Icon kota Jakarta. Patung Sura (hiu) dan Baya (buaya) adalah Icon kota Surabaya. Burj Dubai merupakan Icon kota Dubai. Icon adalah simbol dari sesuatu yang penting dalam memberi identitas sebuah kawasan, kota, bahkan sebuah negara. Sangat sering orang yang berjalan-jalan atau 'plesir' ke tempat atau kota tertentu akan mengunjungi bangunan, tempat, atau kawasan yang menjadi Icon dari sebuah kota, barangkali untuk menandai sebuah kunjungan agar lebih bermakna, ‘bahwa saya pernah ke kota tersebut’.

Desain bangunan oleh astudio architect.



Icon seringkali mengandung peran penting sebagai penanda sebuah kawasan, misalnya: "Bila Anda melewati bangunan dengan bentuk bulat, maka Anda sudah sampai di kota anu". Artinya bangunan berbentuk bulat memberi penanda yang jelas akan sebuah kota. Bisa dikatakan Icon memberi makna tertentu sehubungan dengan interpretasi dari persepsi visual yang diterima pengamat. Berkaitan dengan semiotika dan simbol, icon merupakan sebuah satuan makna yang harus diinterpretasikan, misalnya, untuk memahami bahwa Monas adalah Icon Jakarta, kita harus memahami proses untuk melihat Monas memiliki makna yang bisa diinterpretasikan bahwa Monas bentuknya seperti itu, dan hanya ada di Jakarta.


Photo by AyAres151 on Flickr

Kadangkala, begitu kuatnya sebuah Icon, maka sebuah bangunan atau arsitektur bisa menjadi simbol dari tempat, kawasan, kota bahkan negara. Monas, atau Suramadu, merupakan simbol kota Jakarta dan Surabaya, bila setiap kali melihat ‘image’ dari bangunan tersebut, diasosiasikan sebagai ‘Jakarta’, atau ‘Surabaya’. Misalnya, dalam sebuah gambar peta, gambar Monas menjadi simbol Jakarta, dan Suramadu, menjadi simbol Surabaya.

Arsitektur memang bisa dan memungkinkan untuk dibuat menjadi sebuah icon, meskipun demikian, setiap Icon akan memberi pengaruh atau peran dalam area tertentu sebagai penanda yang sifatnya terbatas sesuai dengan tingkat pengaruh yang dimilikinya. Setiap orang yang ‘tahu’ tentang patung ‘sura’ dan ‘baya’ sebagai icon dari ‘Wonokromo’ atau ‘Surabaya’ akan mendapat makna setiap kali melihat bentukan atau imagery patung ‘sura dan baya’ untuk dikaitkan dengan kawasan Wonokromo atau kota Surabaya pada umumnya. Arsitektur yang sangat kuat pengaruhnya sebagai icon, bisa menjadi penanda untuk sebuah kawasan, dan banyak contoh yang bisa kita temukan dalam arti arsitektur sebagai ‘bangunan’ bukan sebuah sculpture atau patung.

Banyak arsitek sangat menyukai kesempatan mendapatkan proyek desain yang bisa menjadi Icon bahkan simbol dari sebuah kawasan, misalnya: merancang bangunan yang bernilai tinggi bagi lingkungan. Merancang bangunan dengan tingkat pengaruh yang tinggi bisa mempertinggi tingkat pengaruh arsitek di masyarakat, artinya ego arsitek juga dipengaruhi dalam kondisi ini. Peran arsitek menjadi sangat penting bila ia harus mendesain bangunan yang akan menjadi Icon sebuah kawasan.



Seberapa pentingkah sebuah bangunan menjadi sebuah Icon?
Inilah sebuah jawaban mengapa arsitektur Mall selalu atau kebanyakan didesain dengan warna cerah, menarik, unik, dan menawarkan sesuatu yang berbeda dari lingkungannya. Hal ini bisa dipahami sebagai suatu cara menjadikan Mall sebagai penanda suatu tempat, yaitu lingkungan disekitar mall tersebut. Dari ‘sesuatu yang berbeda’ tersebut setiap orang (pengamat) yang melihat dan memahami perbedaan tersebut bisa membuat asosiasi tertentu berkaitan dengan imagery yang didapatkannya.

“Kamu tahu, mall yang bentuknya kotak-kotak, miring-miring”

Kalimat diatas bisa diasosiasikan sebagai ‘Mall EX’ di Bundaran HI Jakarta, atau bisa jadi mall yang baru rubuh di sebuah kota, tergantung dari asosiasi pengamat :) Arsitek bisa mendesain bangunan menjadi sebuah Icon yang sangat dikenal. Persoalan yang timbul dari arsitektur ‘iconic’ adalah dari dampak arsitektur ‘iconic’ itu sendiri.

Keinginan untuk memiliki bangunan yang iconic sangat menggoda bagi para pemilik bangunan terutama untuk jenis bangunan komersial, sebabnya adalah keberadaan bangunan yang bisa menjadi icon yang bisa mendongkrak sisi komersial. Di tepi jalan komersial, selalu kita dapati berbagai bangunan komersial berlomba-lomba menciptakan bangunan yang iconic, sehingga jalan komersial dipenuhi oleh bangunan dengan desain dan tipe yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan tersebut. Karena setiap bangunan didesain untuk menjadi berbeda maka jalan akan dipenuhi oleh arsitektur yang beragam, bisa jadi cenderung chaos, tanpa regulasi khusus seperti ketinggian bangunan, sempadan, KDB dan KLB, tema atau gaya arsitektur yang digunakan, material, dan sebagainya.

Selain itu arsitektur yang dibuat untuk menjadi iconic sering memiliki kekurangan akibat perhatian arsitek yang terlalu bertujuan memaksimalkan ‘imagery’ yang ditampilkan oleh fasade bangunan. Ruko, mall, restoran, dan sebagainya dibuat dengan arsitektur yang semenarik mungkin agar menjadi icon suatu kawasan, tapi arsiteknya sering melupakan banyak faktor lain, diantaranya adalah tanggung jawab sosial dan lingkungan. Begitu pentingnya untuk mengolah fasade agar menarik, misalnya, bisa membuat banyak hal yang terkait arsitektur lainnya menjadi terbengkalai.

ENGLISH VERSION:


An architectural icon of a region, becomes a way to reveal the existence of a building that gives color, influence, and interests in a region. For example: Monas monument is the Icon of Jakarta. Statue of Sura (shark) and Baya (crocodile) is the Icon of Surabaya. Burj Dubai is an icon of Dubai. Icon is a symbol of something important in giving the identity of a region, city, even a country. Very often people who take a walk or vacation to a place or a particular city will visit the building, place, or area that became icons of a city, perhaps to mark a visit to make it more meaningful, 'that I've been to the city'.




Design an iconic building, by astudio architect.




Icon often contain important role as a marker of a region, for example: "When you pass through the building with a round shape, then you've arrived at the city". This means that round-shaped building will provide a clear marker of a town. Icon can be said to give a specific meaning in connection with the interpretation of visual perception received by the observer. In relation to semiotics and symbol, icon is a unit of meaning that must be interpreted, for example, to understand that the Monas is the Icon of Jakarta, we must understand the process to see the monument has a meaning that could be interpreted that the monument shaped like that, and only in Jakarta.


Sometimes, an Icon can be so strong, then a building or architecture could be a symbol of place, regions, cities and even countries. Monas, or Suramadu, is a symbol of Jakarta and Surabaya, every time we see the 'images' of the building, it can be associated as 'Jakarta', or 'Surabaya'. For example, in a map, the image of Monas became a symbol of Jakarta, and Suramadu, became the symbol of Surabaya.


Architecture is able and allowed to be made into an icon, even so, every icon will give the effect or role in certain areas as markers that are limited in accordance with the degree of influence of the building. Every person who 'knows' about the statue of 'Sura' and 'Baya' as an icon of 'Wonokromo' or 'Surabaya' will have that meaning every time he saw the formation or imagery of the sculpture 'sura and baya' to be associated with Wonokromo region or city of Surabaya in general . Architecture is very powerful as an icon, can be a marker for a region, and many examples can be found in the sense of architecture as a 'building' rather than a sculpture or statue.


Many architects love the opportunity to get a design project that can become an Icon even symbols of a region, for example: designing buildings of high value for the environment. Designing a building with a high degree of influence that could enhance the influence of the architect in society, meaning the architect's ego is also affected in this condition. The role of the architect becomes very important when he has to design a building that would become icons of a region.


How important a building became an icon?
This is the answer to why the architecture of malls are always or mostly designed with bright colors, interesting, unique, and offer something different from their surroundings. This can be understood as a way to make the Mall as a place marker, namely the environment around the mall. From the 'something different' is any person (observer) who see and understand these differences can make certain associations related to the acquisition of imagery.


"You know, the mall that is shaped tilted boxes"


The sentence above can be associated as the 'Mall EX' at Roundabout HI Jakarta, or could be a new mall that collapsed in a city, depending on the associated observer :) The architect can design a building into an icon that is known. Problems arising from architectural 'iconic' architecture is the impact of 'iconic' itself.


The desire to have an iconic building is very tempting for the owners of the building primarily for commercial building types, why is the existence of buildings that could become the icon that could boost the commercial side. On the commercial side of the road, we always find a variety of commercial buildings competing to create an iconic building, so that commercial street full of buildings with different designs and different types of buildings to achieve that goal. Because each building is designed to be different then the street will be fulled by a variety of architecture, which could be inclined chaos, with no special regulations such as building height, border, KDB and outbreaks, theme or style of architecture used, material, and so forth.


Architecture designed to be iconic often have a shortage due to the attention of architects who too aim to maximize the 'imagery' that is displayed by the facade of the building. Commercial, shopping malls, restaurants, etc. are made with architecture as attractive as possible in order to become a regional icon, but architects often forget the many other factors, such as social and environmental responsibility. Once the importance to treat the facade in order to attract, for example, can make a lot of things related to other architectural become dormant.
________________________________________________

Picture credit (from top to bottom):
- from http://www.opus-dubai.com
- by AyAres151 on Flickr
- by kersy83 on Flickr.com


by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

man's cave / Guanya pria

astudioarchitect.com Man's Cave, atau 'gua' para pria merupakan sebuah fenomena dalam rumah tinggal yang biasanya merupakan ruangan khusus tempat seorang pria ingin menyendiri atau melakukan sesuatu sendirian. Normalkah? Konon ruang khusus pria ini bisa membuat pria kreatif, bahkan menyelamatkan sebuah perkawinan. Simak artikel berikut tentang tanya jawab dengan wartawan dari U-Magz dengan saya sebagai narasumber. Bila Anda ingin membaca versi artikel di majalah U-Magz tersebut, klik gambar dibawah ini:




Man's Cave, or 'cave' men are a phenomenon in which a house is usually a special room where a man wants to be alone or do something alone. Is it normal? It is said that special room of a man can make a man more creative, and even save a marriage. Consider the following article about the question and answer with reporters from the U-Magz by me as a resource. If you want to read the article in the magazine version of the U-Magz, click the image above:



1. Seberapa besar kebutuhan akan man's cave ini di Indonesia, terutama bagi kaum pria?
Mengingat ini adalah kebutuhan psikologis menurut saya setiap pria membutuhkan ruang semacam ini. Tapi bila melihat kondisi dari tatanan sosial dalam masyarakat dan norma keluarga yang ideal, adakalanya man’s cave ini harus diabaikan kebutuhannya dalam penataan sebuah rumah. Tapi biasanya man’s cave tetap hadir meskipun tidak dalam sebuah ruang khusus. Man’s cave boleh jadi merupakan suatu cara agar pria lebih produktif, yaitu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, atau bekerja mandiri secara lebih produktif dengan ruang yang tidak selalu terpisah kadang-kadang juga bercampur dengan ruang lainnya bahkan ruang luar.

2. Biasanya, bagaimana bentuk yang umum dari pojok pribadi kaum lelaki ini?
Ruang paling umum yang diminta untuk didesain dengan kebutuhan khusus untuk seorang pria umumnya adalah ruang kerja, dimana didalamnya terdapat suatu cara atau kondisi dimana seorang pria bisa menyibukkan diri dengan kegemaran atau hobi pribadi. Ruang ini juga biasanya harus dapat diakses pula oleh teman-teman seorang pria, misalnya untuk melihat film atau acara TV bersama.

Ruang ini bisa berarti sebuah ruang kerja yang umum, workshop atau studio pribadi dengan perlengkapan hobi atau entertainment, bisa juga ruang yang punya konotasi maskulin seperti bengkel mobil pribadi yang biasanya didalam garasi atau terpisah, atau mungkin sebuah ruang terbuka di taman untuk mengerjakan hobi seperti membuat do-it-yourself furniture.

3. Biasanya, ruang apa saja yang bisa disulap menjadi 'sarang' para pria? Dan bagaimana mewujudkannya?
Ruang yang paling sering menjadi man’s cave adalah ruang kerja, karena disini tidak terlalu ekstrim pengertian untuk mendapatkan ‘sarang’ bagi seorang pria, ruang lain yang biasa menjadi ‘man’s cave’ adalah ruang entertainment atau ruang berkumpul khusus untuk pria dan teman-temannya dimana ia bersosialisasi dengan teman-temannya.

Ruang yang paling sesuai untuk mewujudkan sebuah man’s cave adalah ruang yang didesain atau ditata sendiri oleh pria tersebut dengan perlengakapan apapun yang dibutuhkannya, misalnya peralatan olahraga, sofa, TV, dan komputer. Pria yang percaya diri cenderung memiliki keinginan untuk mengatur sebuah area ini dengan apapun yang diinginkannya, seperti pemilihan cat, bahan material pelapis dinding, ukuran bed, bentuk sofa, maupun benda-benda yang ingin diletakkan didalamnya.

4. Jika kita bicara soal desain interior, produk-produk interior apa sajakah yang bisa dimasukkan di dalamnya? Jika harus ada penyesuaian, seperti apa bentuknya?

Produk interior yang sesuai untuk kebutuhan ini biasanya yang memiliki karakter maskulin yang kuat seperti furniture dengan garis garis kuat non ornamental, furniture dan wallpaper dengan gaya rustic, benda-benda limited edition dengan nilai jual tinggi atau langka, perlengkapan yang sifatnya fungsional non dekoratif misalnya seperti lemari pajangan koleksi, dan sebagainya. Benda yang sifatnya entertaining seperti televisi, audio set, dan papan permainan adalah perlengkapan yang harus ada dalam ruang khusus pria.

Penyesuaian yang ada, kemungkinan yang terpenting adalah sebuah benda yang dimasukkan dalam ruang ini sebaiknya memiliki fungsi khusus dan bukan sekedar pajangan, dan bila merupakan pajangan biasanya memiliki nilai yang tinggi.

1. How big is the need for what's called man's cave?
Considering this is a psychological need in my opinion every man needs a space like this. But when looking at the condition of social order in society and the norm of the ideal family, sometimes a man's cave is to be ignored in the arrangement needs a home. But usually the man's cave still present, although not in a special room. Man's cave may be a way to make men more productive, that is the problem with a head cold, or work independently in a more productive with a separate space that is not always sometimes also mixed with other space and even outer space.

2. Usually, how a common form of male private corner of this?
The most common space required for the designed with special needs for a man generally is a work space, in which there is a way or a condition where a man can occupy himself with passion or personal hobbies. This space also typically must be accessible also by friends of a man, for example, to see a movie or TV show together.

This space can mean a common workspace, workshops or private studio with a hobby or entertainment equipment, can also have the connotation of masculine spaces such as private car garage which is usually in the garage or separate, or perhaps an open space in the park to work on hobbies such as making do-it-yourself furniture.

3. Usually, any space can be transformed into a 'nest' of men? And how did it happen?
Space that most often become man's cave is the den, because here is not too extreme sense to get a 'nest' for a man, another room used to be a 'man's cave' is room entertainment or space gathered specifically for the man and his friends where he socializing with friends.

The most appropriate space to fulfill a man's cave is a space that is designed or arranged by the man himself with whatever he needed equipment, such as sports equipment, sofa, TV, and computers. Men who are confident tend to have a desire to regulate this area with whatever they want, like choosing the paint, siding materials, size bed, a sofa, or objects that want to be placed therein.

4. If we are talking about interior design, interior products What could be included in it? If there should be adjustments, such as what form?

Interior product that is suitable for this requirement is usually that have a strong masculine characteristics such as furniture with a strong line-line non-ornamental, furniture and wallpaper with a rustic style, limited edition items with high selling value or the rare, non-functional nature of equipment such as decorative showcase collections, and so forth. Objects that are entertaining such as televisions, audio sets, and board games is the equipment that must exist in a special room guy.

Adjustment of existing, possibly the most important is an object that is inserted in this space should have a specific function and not merely ornamental, and if it were a display usually have high value.

5. Bagi mereka yang belum memiliki ruangan sendiri, bagaimana tips kepada mereka bagaimana membuat ruangan itu? Bukan saja mendekorasinya, tapi juga membuat lay-out ruangan yang mereka bisa betah di dalamnya.

Ruangan tersebut tidak harus diwujudkan dalam ruang yang benar-benar terpisah apalagi bila luasan rumah tidak terlalu besar, karena bisa jadi merupakan sebuah bagian dari ruang yang memberi keleluasaan bagi pria untuk melakukan hal-hal tertentu seperti bekerja atau menikmat hiburan dan memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk itu.

Bagi mereka yang memiliki lahan dan dana cukup untuk membuat ruang semacam ini agar lebih produktif juga sebaiknya dibuat menjadi ruang kerja sehingga tidak hanya bersifat hiburan semata. Lay out ruangan sebaiknya didesain dengan memperhatikan bagaimana kebutuhan dalam aktivitasnya terpenuhi, misalnya dengan menyediakan fasilitas hiburan, penyimpanan makanan, penyimpanan file, serta furniture yang cukup baik untuk bekerja atau menerima tamu dari sahabat dekatnya.

Akan lebih baik bila ruang ini bisa produktif dengan tidak hanya membuatnya sebagai ruang menyendiri atau berkumpul dengan teman semata, tapi yang produktif dengan fasilitas kerja, lebih baik lagi dengan mengadopsi konsep SOHO (Small Office Home Office).

6. Bagimana meletakkan hal-hal penting seperti toilet, akses (pintu mungkin harus lebih dari satu), sofa besar untuk istirahat dan tidur, sarana hiburan agar tidak bosan, peralatan kerja dan sambungan internet, buku, dll?

Agar produktif sebaiknya ruang khusus ini tidak terisolasi dari ruang lainnya. Hal ini agar seorang pria tidak terpisah dari sosialisasi dengan anggota keluarga lainnya. Namun bila memang dibutuhkan karena kondisi, misalnya agar memudahkan proses bekerja atau hobi khususnya makan perlu adanya tempat istirahat khusus seperti sofa bed, sarana hiburan dsb. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan peralatan bekerja dan sambungan internet bila ia membutuhkan informasi.

7. Bagaimana membuat sebuah ruangan itu menjadi enak dibuat kerja, bisa dijadikan tempat istirahat (semi kamar tidur), menghibur, dan independen (mungkin perlu pantry kecil dan kulkas)?

Tingkat kenyamanan perlu diperhatikan yaitu furniture yang ada sebaiknya dibuat pas, ergonomis, dalam ruang yang ada. Ruang tersebut juga sebaiknya bisa menampung kebutuhan akan seberapa luas yang dibutuhkan. Kadangkala, ruang tersebut harus besar karena hobi tertentu seperti bilyard, bisa juga hanya kecil seperti ruang kerja bila ia menyukai bekerja didepan komputer.

Bila tempat tersebut diinginkan agar menjadi tempat yang ‘independen’ dari keseluruhan rumah maka perlu diberi fasilitas khusus seperti pantry, kulkas, dan kamar mandi. 

5. For those who do not yet have their own room, how to tips to them how to make the room? Not only decorate, but also makes room lay-out which they can feel at home in it.

The room was not to be realized in the space completely separate area of the house, especially when not too large, because it could have been a part of space that gives more flexibility for men to do certain things such as work or menikmat entertainment and have the facilities needed for it.

For those who own land and sufficient funds to make this kind of space to be more productive space should also be made to work so that not only is the entertainment only. Lay out of the room should be designed with attention to how those needs are met in their activity, for example by providing entertainment facilities, food storage, file storage, and furniture that was good enough to work or receive visitors from nearby companions.

It would be better if this space could be productive by not only make it as a space to be alone or just hanging out with friends, but productive with work facilities, better yet, by adopting the concept of SOHO (Small Office Home Office).

6. How do put important things like toilets, access (doors may need more than one), a large sofa to rest and sleep, so as not to get bored entertainment facilities, equipment and working internet connection, books, etc.?

To be productive in this special space should not isolated from other rooms. This is so a man is not separate from socializing with other family members. But if it is required because of conditions, eg in order to simplify the process of work or hobbies, especially to eat there should be a special resting place, such as sofa bed, entertainment facilities etc.. It would be better if it is equipped with working equipment and Internet connection when she needed information.

7. How to make a nice room to be made to work, could be a place to rest (semi-bedrooms), entertaining, and independent (may need a small pantry and fridge)?

Level of comfort should be noted that the existing furniture should be made to fit, ergonomic design, the existing space. The space should also be able to accommodate the need for the necessary extent. Sometimes, that space must be big because of certain hobbies such as pool, could also just as small as work space when he likes working in front of the computer.

If the place wants to be a place that 'independent' of the whole house will need to be given special facilities like pantry, refrigerator, and bathroom.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

'Konsep rumah tumbuh' artikel di koran Sindo / 'Growing house' concept

astudioarchitect.com Membangun rumah dengan bertahap atau lazimnya disebut 'konsep rumah tumbuh' merupakan pilihan yang tidak tergantikan dewasa ini, mengingat banyak keluarga memiliki lahan terbatas dan luas rumah yang terbatas pula. Perbedaan dengan rumah 'tambal sulam' adalah rumah 'tambal sulam' tidak didesain dengan baik dari awal sehingga proses tambal sulamnya seringkali tidak menghasilkan desain yang baik dan sehat. Dalam artikel ini saya sertakan hasil wawancara Koran Sindo dengan saya sebagai narasumber. 



Building a house gradually or commonly called 'the concept of growing home' is an irreplaceable option nowadays, because many families have limited land and limited area of the house as well. The difference with a 'patchwork' home concept is that 'patchwork' home is not well designed from the beginning so that the process often not patch a good and healthy design. In this article I include the results of my interview with the newspaper Sindo as a resource.



Trik Mengaplikasikan Konsep Rumah Tumbuh

ANDA ingin membangun rumah, tetapi dana terbatas? Caranya dengan mengaplikasikan konsep rumah tumbuh yang telah direncanakan dengan baik sejak awal membangun rumah.

Rumah tumbuh sesuai dengan namanya adalah pengembangan atau pembangunan rumah secara bertahap atau bertumbuh. Secara umum, konsep pengembangan rumah tumbuh dibagi menjadi dua, yakni tumbuh secara vertikal dan horizontal.

Ada beberapa alasan orang ingin mengaplikasikan konsep ini ke dalam huniannya. Arsitek Probo Hindarto menyebutkan, alasan pertama, biasanya karena keterbatasan biaya.

Beberapa penghuni mungkin saat membangun rumah terhambat dengan biaya pembangunan yang terbatas, sementara rumah tetap perlu dibangun. Akhirnya bujet yang ada hanya cukup untuk membangun sebagian rumah. Karena itu, konsep rumah tumbuh yang harus dipilih.

Alasan kedua, konon karena kebutuhan belum mendesak sehingga konsep ini kerap diaplikasikan saat membangun rumah. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga muda yang saat membangun atau membeli rumah belum terpikirkan nantinya rumah itu akan ditempati berapa jumlah anggota keluarga. Begitu pun rumah untuk masa depannya. Alasan yang terakhir, konsep ini sesuai untuk perencanaan sematang mungkin, tapi tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rencana. Perencanaan atau konsep rumah tumbuh sejak awal yang baik adalah kunci sukses dari konsep ini. Karena itu, banyak orang memilih merencanakan rumah tumbuh.

“Inilah yang menjadi pembeda konsep rumah tumbuh dengan konsep rumah tambal sulam adalah kalau rumah tambal sulam itu tidak direncanakan dengan baik dari awal, sementara rumah tumbuh sebaliknya, perencanaan awalnya selalu dipikirkan secara matang dan baik,” katanya.

Menilik kelebihannya, konsep rumah tumbuh bisa memprediksi kebutuhan ruang, sistem konstruksi, dan biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan bertahap. Sementara, kekurangannya cenderung tidak ada.

YOU want to build a house, but limited funds? You can do this by applying the concept of 'growing home' which has been well planned from the beginning of building the house.

'Growing House' as the name implies is the development or construction of houses which is growing gradually. In general, the concept of  'growing home' development is divided into two, namely to grow vertically and horizontally.

There are several reasons why people want to apply this concept into their house. Architect Probo Hindarto mention, the first reason, usually due to limited funds.

Some residents may now build the home hampered by the limited development costs, while the house still needs to be built. Finally there was only enough budget to build some part of the house. Therefore, the concept of 'growing home' can be selected.

The second reason, presumably because the need of more space is not urgent, so the concept is often applied when building houses. Usually this happens to young families when building or buying a home that they never thought the house would be occupied later with how many family members. The last reason, this concept is suitable for planning as good as possible, but not closing the possibility of changing plans. Planning 'growing home' since the beginning is the key to success of this concept. Therefore, many people choose to build this way.

"This is the distinguishing concept of 'growing home' with the concept of 'patchwork home' in sense of patchwork if the house was not well planned from the beginning, while 'growing home' is on the contrary, early planning is always mature and well thought out," he said.

Given its advantages, the concept of 'growing home' can predict the space requirement, the system construction, and cost required to develop gradually. Meanwhile, the less likely does not exist.


Probo menyebutkan, konsep ini sebenarnya merupakan sebutan yang lebih khusus untuk “merencanakan rumah yang baik dan bisa dikembangkan sejak awal hingga perubahan selanjutnya sesuai dengan kondisi penghuni”.

Pada pola perencanaannya, konsep rumah tumbuh berbeda dengan konsep rumah pada umumnya. Dalam hal ini, pola perencanaan biasanya memperhatikan perkembangan dari jumlah atau umur anggota keluarga. Menurut Probo, bila berubah atau bertambah, baik dari jumlah maupun umur, tentu akan memengaruhi kebutuhan akan ruang.

Karena itu, pola perencanaan yang terbaik adalah dengan merencanakan sedini mungkin untuk memperkirakan pengembangan yang mungkin terjadi pada masa depan.

Misalnya, saat jumlah anak bertambah, atau umurnya bertambah, maka biasanya anak membutuhkan kamar sendiri. Demikian pula bila ada tambahan anggota keluarga dari sanak famili atau lain-lainnya.

”Pola perencanaannya bisa pengembangan secara horizontal atau mengikuti besar lahan dan ketersediaan lahan. Untuk pengembangan secara vertikal, berarti penambahan ruang ke atas atau tingkat,” katanya.

Probo mentioned, this concept is actually a more specific term for "plotting a good home and can be developed from the beginning till the next change in accordance with the conditions of the inhabitants."

In its design pattern, different from the concept of house development concept in general. In this case, the pattern usually pay attention to the development planning of the number or ages of family members. According to Probo, if changed or added, the number and age, will certainly influence the need for space.

Therefore, it is best to design patterns with a plan as early as possible to forecast the development that may occur in the future.

For example, when the number of children increases, or age increases, then the child usually needs his own room. Similarly, if there are additional family members from relatives or others.

"The pattern of development planning can be horizontally or following land availability. To develop vertically, means additional space up or level, "he said.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Lampu dan aplikasinya dalam desain interior / Interior lamps and their application

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang ruangan adalah juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Fungsi lampu secara estetika; Lampu yang memiliki cahaya dari bohlam atau TL sebenarnya sudah menarik karena secara alami sudah memancarkan cahaya sehingga menarik perhatian. Nilai lebih dari lampu agar lebih dari sekedar tempat bohlam adalah wadah atau penyangganya yang dibuat estetis agar menunjang estetika keseluruhan ruangan. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis. Perpaduannya dengan elemen lain dari ruangan menghasilkan kesan estetis yang lebih tinggi.

Desain interior ruang kerja dengan cahaya kuning yang hangat
AttributionNoncommercialNo Derivative Works Some rights reserved by jinkazamah on Flickr.


The function of lights in a room can be an aesthetic element because of the shape. It can usually be designed into an interesting aesthetic element. The lamp has a bulb or fluorescent light from which is actually interesting because it emits light that has been attracting attention. Values over a lamp to be more than just a place or container of light bulb which is made aesthetic to support the overall aesthetics of the room. Aesthetics shape of lampshade for example, can be supported both by the shapes and motifs of the lampshade. From the side of the buffer, the cover or the lamp leg, because it can be made from wood, metal, glass, paper and other materials, its presence can be established to produce an aesthetic shape of lights. The combination with other elements inside the room may produce a higher aesthetic impression.




Apa yang harus diperhatikan dalam memilih lampu pada ruangan?
Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian, terutama bila diekspos dengan bentuk maupun letak yang mudah tertangkap oleh mata. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

Terdapat jenis lampu putih yang biasanya menggunakan lampu TL. Efek apa yang ditimbulkan?
Jenis lampu putih mengandung banyak spektrum warna biru, yang menyebabkan warnanya lebih ‘dingin’ daripada warna yang keluar dari bohlam. Jadi ruangan tersebut bisa terasa lebih ‘dingin’ secara psikologis meskipun lebih terang. Luas ruangan tidak mempengaruhi jenis lampu, tetapi daya lampu yang digunakan biasanya tergantung dari luasan ruang agar cukup dan tidak terasa gelap.

Bagaimana lampu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh desain ruangan?
Untuk desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern minimalis. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik.

Apa jenis lampu dengan warna yang cocok?
Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

What should be considered when selecting lights shape?
Lamp itself can be the center of attention because of its light, when the light is brightest among others, the lamp will become the center of attention, especially when exposed to the shape and location of the easily caught by the eye. Lighting can also be a support to other objects in order to become the center of attention, in this case in the spotlight, for example to highlight the artwork to make it look more prominent. Lamp could be the center of attention of its unique and interesting shape, or because of its size (usually larger-sized chandeliers is more luxurious than the other lights), or because the location and its relationship to other objects in a room, when the lamp is placed in the middle or at the center of a room, for example in the middle of the wall, or the middle of the room by hanging.

There are typically white light lamps. What effect can be posed?
White lights contain many kinds of white light blue color spectrum, which causes the color looks more 'cool' than the color that comes out of a bulb. So the room may seem 'cooler' even psychologically more brightly. The Size does not affect the type of lights the room, but lights power are used usually depends on the extent of space so it does not seem to be quite dark.

How light affects and is affected by interior design?
To design lampshade or the handle or light poles can be adjusted with the architectural style used. Form of a simple box or boxes used for decorative lighting for residential modern style. While the style of classic Mediterranean and often use elements can be well combined with classical decoration on the lamp supporting element. Similarly, with the ethnic-style ornaments.

What is the suitable lights?
The room a warm color like red, orange, yellow, beige can look better using the lights that light tends to yellow, because the color of the walls or other objects will appear more prominent. Similarly, with white, blue, or green may be using a white light so that colors look more prominent. This is because warm colors like red, orange, yellow and cream color spectrum will interact with the red on a yellow light. While cool colors like green, blue, violet, white and gray will interact with the blue color spectrum from white light.


Apakah lampu yang 'warm' atau hangat memiliki efek tertentu?
Lampu yang ‘warm’ biasa diasosiasikan dengan warna hangat yang keluar dari lampu yaitu spektrum merah, orange dan kuning. Bila dipertemukan dengan dinding berwarna hangat pula, akan memberikan nuansa psikologis berupa rasa hangat. Nuansa ini yang sering diasosiasikan dengan rasa nyaman dan tidak ‘dingin’.

Lantas bagaimana dengan jenis lampu putih? 
Lampu putih cenderung memiliki lebih banyak spektrum warna biru sehingga warna yang paling dipantulkan ke mata kita setelah terkena cahayanya adalah spektrum warna biru yang sering diasosiasikan dengan ‘dingin’ atau es. Warna ini adakalanya bagus untuk dinding dengan keinginan menampilkan warna dinginnya, misalnya dinding batu alam, dinding putih, abu-abu. Jenis lampu putih biasanya sesuai untuk penerangan general.

Tips mengolah dan menempatkan lampu yang benar dan tepat?
Lampu 'general' biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah. lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya. Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.

Is the 'warm' light having a certain effect?
A 'warm' light is associated with the warm colors of the spectrum out of light red, orange and yellow. When met with a warm colored wall, will give a warm feeling of psychological nuance. These nuances are often associated with feeling comfortable and not 'cold'.

Then about white light?
White lights tend to have more blue spectrum so that the color most reflected to our eyes after exposure to blue light spectrum that is often associated with 'cold' or ice. This color is sometimes good for the walls with cold desire, such as natural stone walls, white walls, gray. Type of white light is usually suitable for general lighting.

How to make the best of light?
General Lights is usually placed into the general lighting lamps to illuminate the whole room. This lamp is usually strong and powerful which can illuminate the whole room very well and was placed in the middle. Spotlight is usually placed in the ceiling as additional lighting with a total of more than one and have a light that is directed and tend to be centralized so that appropriate for use as lighting for objects like ornaments, paintings, objects, etc. Indirect light from the lamp is usually hidden, such as in ceilings or walls and issued a reflection of light from a wall or ceiling is giving rise to light. Usually used for bedroom and lobby space.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Banjir dan sampah. Bagaimana menanganinya? / Flood and garbage waste

astudioarchitect.com Banjir, banjir, banjir.... terutama di kota besar seperti Jakarta, banjir selalu mengintai. Kegiatan terganggu, sampah meluap bersama air, penyakit mewabah dan menunjukkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Mungkin sebelum bencana membawa banyak korban jiwa, perhatian pada masalah satu ini kurang diberikan. Luangkan waktu untuk tahu dan berpikir: Apa yang bisa kita lakukan?

Google search: banjir

Flood, floods, floods .... especially in big cities like Jakarta, flooding is always lurking. Activity is interrupted, trash overflowing with water, disease outbreaks and showed unhealthy environmental conditions. Maybe before the disaster took heavy casualties, attention to this problems this one is less given. Take time to know and think: What can we do?


Permasalahan sampah penyebab banjir.
Banjir merupakan akibat dari tidak seimbangnya pembuangan air sungai ke laut serta berbagai faktor lainnya. Makin hilangnya hutan akibat pembangunan dan peruntukan lahan hijau yang dijual untuk permukiman, mall, dan sebagainya tidak terkendali di negara kita. Air hujan tidak bisa meresap ke tanah karena tidak ada tanah yang bisa meresapkan air, menggerus tanah daratan dan masuk ke sungai, menjadikan pendangkalan sungai. Bila pemerintah daerah terus membiarkan lahan hijau dibeli oleh investor agar dirubah menjadi mall dan perumahan, maka area resapan air makin berkurang. Ini bukan tanpa motif ekonomi karena oknum pemerintah daerah mendapatkan ‘tambahan penghasilan’ atau ‘dana kampanye’ bila meluluskan proyek mall, perumahan atau area komersial diatas lahan hijau. Terlebih karena lahan makin mahal dan lahan hijau serta taman kota adalah satu-satunya lahan kosong yang masih ada di kota.

Sungai yang makin dangkal ditambah dengan banyaknya orang membuang sampah di sungai adalah pemandangan sehari-hari yang memprihatinkan, tapi selalu berulang karena kesadaran agar tidak membuang sampah pada tempatnya juga rendah. Bila sampah menumpuk di aliran sungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir. Tidak hanya itu, sistem pengelolaan sampah di negara kita masih carut marut, sehingga sampah tidak dikelola dengan sistem daur ulang yang baik. Padahal daur ulang sampah bisa menghasilkan pendapatan daerah bila dikelola dengan baik. Entrepreneur yang berorientasi modern tidak perlu malu membuat sistem bisnis pengelolaan sampah daur ulang jika itu menghasilkan. Mungkin pemerintah perlu dibantu oleh pengelola sampah swasta.

Pengolahan sampah dengan memisahkan jenis sampah dimulai dari skala rumah tangga

Bayangkan bila botol bekas misalnya, bisa didaur ulang menjadi bahan gelas yang bisa dibuat produksi benda-benda seperti pajangan, kerajinan, dan sebagainya. Sampah kertas bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan yang bisa menghasilkan mata pencaharian baru, dan dijual menghasilkan devisa. Mengelola sampah secara terintegrasi bisa menjadi ‘bisnis’ yang menarik bagi para entrepreneur.

Anak sekolah diajari bagaimana mengolah sampah dalam proses daur ulang kreatif.
Kesadaran akan mengelola sampah dan limbah adalah kesadaran umum yang perlu ditanamkan sejak masih sekolah, karena itu perlu adanya pendidikan khusus tentang lingkungan dan sampah dalam sistem pendidikan kita, tidak hanya teori, tapi juga praktek bagaimana mengelola sampah dalam skala diri sendiri dan rumah tangga. Kesadaran ini akan dibawa oleh anak sekolah hingga mereka dewasa dan hidup di masyarakat.

Dalam skala rumah tangga, kita perlu memikirkan bagaimana sampah dibuang, bila perlu, kita membantu untuk membuat sistem daur ulang sampah dan limbah yang terintegrasi dalam area rumah.

Garbage problem cause flooding.
Floods are the result of unbalanced water drainage rivers to the sea as well as various other factors. The more loss of forest due to development on reserved city forest that were sold for housing, malls, and others so out of control in our country. Rainwater can not soak into the ground because there is no land that can absorb water, land and soil eroded into the river, making the river silting. If local governments continue to let city forest land to be purchased by investors in order to be converted into malls and housing, then it will diminish the water catchment area. This is not without economic motive because unscrupulous local governments get 'extra income' or 'campaign fund' when they pass the lisence for mall project, residential or commercial area on green land or city forests. Especially because the more expensive land and city forest and city parks are the only vacant land that is still in town.

Decreasing depth of the river plus the number of people throw garbage in the river is a daily sight of concern, but always repeated because of the awareness in order not to dispose of waste in place is also low. When garbage piled up in the flow of the river can clog waterways that lead to flooding. Not only that, the waste management system in our country is still tangled, so that the waste is not managed with a good recycling system. Though recycling can generate local income if managed properly. Modern-oriented entrepreneur who is not to be ashamed to make the waste management business system if it produces recycled. Maybe the government should be assisted by a private waste management.

Imagine when the used bottles for example, can be recycled into materials that could be made production of glass objects such as ornaments, handicrafts, and so forth. Paper waste can be recycled to produce handicrafts that can generate new livelihoods, and sold to produce income. Integrated waste management can be a 'business' of interest to entrepreneurs.

Awareness of waste management and waste is a perlu umum awareness inculcated since the school was, why it needs khusus education about the environment and waste in our educational system, not just theory, but also practice how to manage waste in the scale of self and household. This awareness will be carried by school children until they are adults and live in the community.

In a household scale, we need to think about how rubbish discarded, if necessary, we help to create a system of waste recycling and integrated waste in the home area.

Mengelola sampah dan limbah rumah tangga
Bila kita membuang sampah sembarangan, atau tidak berpikir mulai sekarang bagaimana mengelola sampah dari dalam rumah kita, mungkin dampaknya tidak terlalu cepat kita rasakan, tapi kita akan menambah beban kota dengan sampah yang kita hasilkan. Untuk mengelola sampah yang baik dalam rumah adalah sebagai berikut:

1. Kelola sampah plastik, kertas dan rumah tangga
Sebelum membuang sampah dalam kantong-kantong plastik secara tidak jelas, kita bisa membantu dengan memisahkan sampah terlebih dahulu sesuai dengan jenis sampah, apakah sampah plastik, kertas, metal, atau lainnya. Pisahkan dalam kantong plastik yang berbeda, karena tukang sampah Anda akan lebih senang bila Anda memisahkan seperti itu, artinya sampah tidak akan bercampur dengan sisa makanan dan sampah lainnya dan lebih mudah dilempar ke tempat daur ulang. Saya ingatkan, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan secara langsung baik secara ekonomis (uang) ataupun apapun, tapi ini membantu memisahkan dalam tahap awal. Ini karena pengelolaan sampah di negeri kita belum mengenal pemisahan sampah sejak dibuang dari rumah tangga.



2. Kelola sampah organik dan sisa makanan.

Orang jaman dahulu dan orang-orang desa (bahkan di rumah ibu saya masih ada cara ini) menggali lubang disekitar area rumah mereka untuk membuang sampah organik dan sisa makanan. Sampah ini dibuang dalam lubang tanah ini untuk diurug lagi dengan tanah bila dirasa sudah penuh. Setelah beberapa lama sampah organik ini akan terurai. Saya ingatkan lagi, tentunya ini bukan hal mudah terutama bagi Anda yang tidak suka melihat sampah atau bau dan karena itu ini adalah sebuah pengorbanan secara moral, terutama bila lahan rumah Anda tidak banyak sisanya. Tempatkan lubang ini di pojok halaman rumah Anda.



Sampah organik dan sisa makanan juga bisa diolah menjadi pupuk dan makanan ternak, karena ada kemungkinan dikembangkan pengolahan limbah dan sampah organik untuk menghasilkan bakteri pengurai makanan untuk membantu pencernaan ternak. Limbah organik seperti air bekas cucian piring dan makanan sebaiknya diolah/ ditampung dalam bak penangkap lemak dan memakai sabun ramah lingkungan.

Sampah organik seperti rontokan daun, buah dan bunga bisa digunakan sebagai pupuk kompos dengan cara ditampung dalam takakura atau dimasukkan dalam kotak-kotak agar proses pengkomposan berjalan baik. Pupuk kompos bisa juga menjadi pengganti pupuk kimia dan menjadi alternatif bisnis rumahan yang menjanjikan.

3. Gunakan sampah dan sisa barang yang masih dapat digunakan. 
Beberapa jenis barang masih bisa dipakai dan digunakan kembali, seperti benda-benda dibawah ini


  • Kertas bekas untuk digunakan sebagai pembungkus atau bahan kerajinan
  • Plastik bekas pembungkus untuk digunakan kembali
  • Kaleng bekas cat, makanan dan sebagainya bisa digunakan sebagai pengganti pot tanaman. 
  • Keramik pecah dari bekas bongkaran rumah bisa dimanfaatkan untuk mozaik keramik pecah
  • botol dan gelas yang berbentuk bagus tapi sudah retak bisa digunakan untuk wadah alat tulis atau benda lainnya
  • kayu bekas bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya membuat kerajinan.
  • Ada pula orang-orang kreatif yang membuat tas, aksesoris, pelapis sandal, dan sebagainya dengan bahan plastik pembungkus seperti plastik Rin*o, SoK*in, kotak susu, pembungkus makanan ringan, dan lain-lain.


4. Di setiap rumah, dengan kelengkapan kamar mandi dan kloset, harus dilengkapi dengan septic tank, yaitu tangki penampung limbah cair dari kloset. Limbah ini disebut 'black water' dalam dunia arsitektur dimana harus diolah dahulu agar lebih ramah lingkungan sebelum dialirkan kedalam sumur resapan. Di beberapa kota kebijakan pemerintah daerah tentang peresapan air berbeda, ada yang semua air dari limbah rumah harus masuk ke sumur resapan air, ada pula yang hanya dari septic tank saja. Intinya, limbah cair harus dikelola agar tidak membebani lingkungan, yaitu dengan menyediakan sumur resapan agar air limbah yang sudah diolah atau air hujan bisa diresapkan kembali ke tanah dan tidak masuk ke saluran kota.

Barangkali masih banyak lagi yang bisa kita lakukan dan belum tercantum dalam artikel diatas. Berminat untuk menambahkan?

Managing garbage and household waste
When we dispose of litter, or do not think from now on how to manage waste from inside our house, maybe the impact is not too soon we feel, but we will add to burden the city with the trash we generate. To manage waste in both houses are as follows:

1. Management of plastic waste, paper and household
Before taking out the trash in plastic bags are not clear, we can help by separating the first solid waste in accordance with the type of waste, whether plastic, paper, metal, or other. Separate the plastic bags that are different, because the garbage man you'd be happier if you split up like that, it means garbage will not be mixed with food scraps and other garbage and thrown into a place more easily recycled. Let me remind, you will not directly benefit both economically (money) or anything, but it helps to separate in the early stages. This is because the waste management in our country do not know about the separation of waste from discarded from households.

2. Manage organic waste and food scraps.
People and the antiquity of the village people (even in my mother's house there is still this way) to dig holes around their home areas to dispose of organic waste and food scraps. Garbage is disposed in the hole to land again with soil covering, if thats full. After a while it will decompose organic waste. I remind you again, this certainly was not easy, especially for those who do not like to see or smell of garbage and therefore this is a moral sacrifice, especially if the land your home is not much rest. Place this hole in the corner of your yard.

Organic waste and food scraps can also be processed into fertilizer and animal feed, due to possible development of wastewater treatment and organic waste to produce bacterial decomposition of food to help digestion of cattle. Organic waste such as excess water washing dishes and food should be processed / stored in the fat catcher vessel and environmentally friendly soap.

Rontokan organic waste such as leaves, fruits and flowers can be used as compost in a way is collected in Takakura or put in boxes so that the composting process going well. Compost can also be a substitute for chemical fertilizers and become a promising alternative to home-based business.

3. Use of waste and waste products can still be used.
Some types of goods can still be used and reused, such as the following items

  • Waste paper for use as wrapping or craft materials
  • Plastic wrappers for reuse
  • Paint cans, food and so forth can be used instead of potted plants.
  • Ceramics broke away from his former house demolition can be used for mosaic tiles broken
  • bottles and well-shaped glass cracked but can be used for stationary containers or other objects
  • former wood can be used for other purposes, such as making handicrafts.
  • There are also creative people who make handbags, accessories, linings, slippers, etc. with plastic materials such as plastic wrap Rin * o, Sok * ins, milk boxes, snack wrappers, and others.


4. In each house, with complete bathroom and toilet, must be equipped with a septic tank, ie tank liquid waste from the toilet. This waste is called 'black water' in the world of architecture which must first be processed to make it more environmentally friendly before then flowed into the well recharge area. In some cities local government policy regarding water infiltration is different, there is all the water from the municipal waste must be signed in to recharge well water, some are just from septic tanks only. In essence, wastewater must be managed so as not to burden the environment, namely by providing recharge to wells treated waste water or rain water can be absorbed back into the ground and not into the city canal.

Perhaps there are still many more we can do and not listed in the article above. Interested to add?
________________________________________________
written by Probo Hindarto
sumber gambar:
- Google
- KSM 3R Belajar Mengelola Sampah, oleh Departemen PU

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Jadul tapi menawan :) / interesting old houses

astudioarchitect.com Biasanya bila sesorang sudah menyukai gaya arsitektur tempo dulu, dia akan menjadi cukup fanatik terhadap jenis arsitektur yang satu ini. Karena itu desain rumah yang dibangun juga akan dipengaruhi oleh kesukaan tersebut. Konsep bangunan gaya Belanda merupakan jenis arsitektur ‘modern’ pada jamannya yang mengetengahkan bentuk khas Eropa terutama Belanda yang terpengaruh misalnya oleh arsitektur Art Deco. Jenis arsitekturnya banyak menggunakan lis profil sebagai permainan dekorasi pada dinding. Bentuk jendela besar-besar dan seragam serta bangunan yang terasa ‘dingin’ karena plafon dan atapnya yang tinggi.
Rumah Kolonial Belanda jaman dahoeloe masih menarik dan sangat elegan.
Rumah seperti ini bercitarasa sangat tinggi dan bisa digunakan untuk
alih fungsi menjadi restoran atau resto kualitas tinggi.

Usually if a user has liked the architectural style of the past, he will become quite fanatical about this one type of architecture. Because of that the design of houses built by the person will also be influenced by such preferences. The concept of the Dutch-style building is a type of architecture 'modern' era, describing the typical forms of Europeans, especially the Dutch who are affected for example by Art Deco architecture. The use many types of architecture as a profile decorations on the walls can be a strong sign of this style. Form of large windows and the uniformity as well as buildings that seem 'cool' because of the high ceiling and roof.




Kelebihan dan kekurangan dari rumah berciri khas tempo doeloe.
Kelebihannya: rumah berciri khas tempo doeloe sangat otentik dan tidak bisa disamakan dengan rumah-rumah model sekarang, karena memiliki nilai sejarah. Gaya arsitekturnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang. Disamping itu para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis sehingga lambat laun mengadaptasi arsitektur tropis pada bangunan. Biasanya bangunan-bangunan ini temperatur didalamnya sangat sejuk meskipun tanpa AC, hal ini adalah hasil dari memperhatikan potensi iklim tropis. Kekurangannya: bangunan gaya kolonial tidak selalu bisa diterima oleh semua kalangan.

Konstruksi jaman belanda untuk atap masih digunakan pada sebagian besar
rumah tinggal terutama di daerah Jawa. 


Ciri bangunannya biasanya tinggi proporsinya, luas dan memperhatikan jarak yang baik untuk hidup dengan nyaman. Dewasa ini banyak orang tidak lagi memperhatikan kenyamanan dari segi penataan ruang karena lahan yang terbatas, karena itu kita bisa belajar dari rumah-rumah tempo dulu tersebut. Bentuk atap biasanya tinggi menjulang, lebih dari 35 derajat, bahkan hingga 45 derajat kemiringannya. Ada pula yang lebih dari itu. Semua itu membuat proporsi atap yang tinggi dan ruangan dibawah atap yang lebih dingin. Bentuk bangunannya biasanya denahnya kotak, ada pula yang heksagonal dan oktagonal. Contohnya bangunan2 kolonial di Bandung.

Desain Interiornya.
Di bagian interiornya, sangat konsisten. Belanda biasa menggunakan tegel yang dibuat pengrajin dengan motif yang menarik. Hal ini sudah jarang lagi ditemui. Model desain interior bisa dipadukan dengan mengadaptasi bentuk jendelanya, atapnya, atau lis profilnya. Pada dasarnya rumah jaman sekarang juga menggunakan banyak teknologi bangunan hasil pendinggalan Belanda. Malahan bangunan Belanda banyak yang bertahan hingga saat ini karena konstruksinya bagus sekali. Agar pas tentunya harus melalui proses desain yang baik. Contohnya, biasanya bentuk jendela seragam di semua bagian rumah.

Interior Jadoel tapi menawan :)

Some aspects of old style houses.
The advantages: of old style houses is distinctively that it is very authentic and can not be equated with nowadays models of houses, because it has historical value. The architectural style is a symbol of luxury on the antiquity of which can be associated also with a symbol of luxury in our own times. Furthermore, the Dutch Meneer did have attention on tropical climate so slowly adapting tropical architecture in buildings. Usually these buildings is very cool inside temperature even without AC, this is the result of attention to the potential for a tropical climate. The downside: the colonial-style buildings can not always be accepted by all circles.

Features of the building is usually a high proportion, nice designed area and with a good distance from the street to live comfortably. Today many people no longer pay attention to comfort in terms of spatial planning because land is limited, therefore we can learn from the houses. Roof forms are usually high-rises, more than 35 degrees, even up to 45 degrees slope. There are also more than that. All that makes a high proportion of the roof and the room under the roof of the cooler. Form of the building is usually the schematics of the box, some are hexagonal and octagonal. Examples of colonial bangunan2 in Bandung.

The interior design.
In the interior, very consistent. Dutch tiles made regular use craftsmen with an interesting motif. This has been rarely seen anymore. The model can be combined with interior design to adapt the form of windows, roof, or profile lines. Basically, today's house building technology also uses many Dutch construction system. In fact the Dutch buildings may stood until now because the construction are excellent. To fit the course should be through a process of good design. For example, usually forms the windows uniform in all parts of the house.

Dekorasi khas bangunan Belanda tempoe doeloe
jenis arsitektur Mediterania dan klasik juga
mirip-mirip dalam beberapa segi seperti
penggunaan lis profil untuk dekorasi dinding.
Unsur-unsur dekorasi dari bangunan tempo dulu masih relevan diterapkan di jaman sekarang misalnya lis dekorasi profil dinding, lapisan dinding batu ekspos pada bagian bawah dinding, dan sebagainya. Furniture yang ada waktu jadul juga dipengaruhi oleh arsitektur yang berkembang saat itu yaitu de stijl, art noveau, art deco, dan sebagainya. Masing-masing punya ciri khas desain misalnya de stijl mirip gaya arsitektur modern minimalis saat ini. Art Noveau menggunakan hiasan gaya sulur. Sedangkan Art Deco banyak menggunakan unsur garis-garis sebagai dekorasi.

Warna yang digunakan biasanya standar putih, abu-abu dan hitam. Tapi saat ini banyak juga yang dicat dengan warna ‘ngejreng’. Saat ini banyak desain tempo dulu berdampingan dengan gaya arsitektur saat ini. Karena banyaknya jenis arsitektur dan dekorasi interior, banyak mix and match yang dilakukan pemilik rumah. Biasanya jenis furniture yang sesuai untuk rumah gaya jadul adalah jenis furniture modern era tahun 70an-80an. Pada era ini biasanya arsitektur jenis Jengki yang berkembang. Tapi bisa juga menggunakan furniture dengan gaya sebelum itu seperti gaya DeStijl atau Art Deco.


Decorating typical Dutch building from "tempoe doeloe"
Decorative elements of buildings long ago is still relevant today applied in profile for example wall decor, exposed stone wall layer at the bottom of the wall, and so forth. Existing furniture of the old time is also influenced by the architecture that developed when it is de Stijl, noveau art, art deco, and so forth. Each has distinctive design features such as de Stijl-like style of minimalist modern architecture today. Art Noveau use of spiral decoration style. While many uses elements of Art Deco lines as decoration.

The standard colors used are usually white, gray and black. But now many are painted with vivid colors. Today many former design side by side with the current architectural style. Because of the wide variety of architecture and interior decoration, many mix and match occured by the home owner. Usually the type of furniture that is suitable for home 'jadul' style is the kind of modern furniture of 70s-80s era. But it could also use the furniture in the style before it was like DeStijl or Art Deco style.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ragam Atap carport dengan bahan polikarbonat / Carport with polycarbonate roofing

Atap Polikarbonat rangka besi hollow, paling diminati untuk carport.
astudioarchitect.com Desain atap polikarbonat sudah sangat bervariasi dan bisa digabungkan dengan berbagai material lain seperti kayu, besi, beton dan sebagainya. Material polikarbonat ini menjadi primadona untuk membuat atap carport karena cepat pemasangannya, murah, dan tidak ribet seperti pembuatan konstruksi atap lainnya. Pada dasarnya konstruksi atap polikarbonat adalah konstruksi atap ringan karena bobot polikarbonat sangat ringan seperti atap lembaran lainnya, dan dipilih karena ketahanannya terhadap cuaca, kesannya yang transparan dan lebih sehat dibandingkan menggunakan atap lembaran jenis asbes yang karsinogenik.

Polycarbonate roof design has been highly variable and can be combined with various other materials such as wood, iron, concrete and other materials. This polycarbonate material is excellent for a carport roof installation because it is fast, cheap, and not complicated like other roof construction. Basically polycarbonate roof construction is lightweight roof construction for extremely light weight polycarbonate roof sheets compared to the others, and is chosen because of resistance to weather, it is healthier and more transparent than the use of asbestos roofing sheets which are carcinogenic.



Gambar diatas adalah contoh desain carport dengan rangka besi hollow yang biasa dipakai, kita bisa menggunakan kolom baja berat, kayu atau beton untuk jenis kolomnya, sehingga bisa menyangga rangka besi hollow diatasnya. Kolom dari beton biasa dipakai untuk carport jenis ini karena butuh untuk menyangga berat rangka besi hollow tersebut. Bila kita lihat pada gambar diatas kolom-kolom berjajar di satu sisi, sehingga berat sebelah dan semua beban harus disalurkan lewat kolom-kolom samping. Bila ingin lebih murah, bisa menggunakan kolom besi hollow untuk kolom-kolomnya di dua sisi jadi ukuran besi hollownya lebih kecil. Selain itu, besi hollow untuk rangka polikarbonatnya juga bisa menggunakan 2x4cm.

Picture above is an example of carport design with hollow metal frame that is usually used, we can use a heavy steel columns, wood or concrete for the type of the columns, so that it can support with hollow metal frame thereon. Columns of ordinary concrete carport used for this type because of the need to sustain the weight of hollow metal frame. When we see in the picture above the columns lined up on one side, so one-sided and all expenses must be channeled through the side columns. When you want cheaper, can use a hollow iron columns for columns on two sides of a smaller size hollownya iron. In addition, hollow iron to order polikarbonatnya can also use 2x4cm.


Untuk jenis  rangka polikarbonat diatas, bisa menggunakan besi hollow ataupun besi profil. Atap dengan jenis ini mudah ditempelkan di bagian samping bangunan dan karena mengandung unsur garis-garis jadi lebih mudah untuk dipadukan dengan gaya rumah modern.


Untuk jenis atap carport yang menyerupai garasi, bisa juga ditambahkan dinding disekitarnya yang lebih melindungi mobil dari cuaca. Dinding ini bisa dibuat dari bata biasa, kayu, rangka besi hollow dengan dilapis polikarbonat juga untuk dindingnya, maupun material lainnya. Untuk lebih melengkapi agar bisa menggantikan fungsi garasi, carport bisa dilengkapi pula dengan pintu, dan jenis polikarbonatnya bisa dipilih dari jenis yang tidak tembus cahaya matahari seperti warna-warna yang gelap dan ada UV protectionnya.

For this type polycarbonate frame above, can use the hollow iron or steel profiles. Roof with this type of easily affixed to the side of the building and because it contains elements of the lines so much easier to integrate with modern home styles.

For this type of carport roof that resembles a garage, could also be added to further protect the wall surrounding the car from the weather. This wall can be made of ordinary brick, wood, hollow metal frame with coated polycarbonate also for walls, or other material. For more complete in order to replace the function of a garage, carport can be equipped also with a door, and polikarbonatnya type can be selected from species that are not translucent sun like dark colors and no UV protectionnya.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.