Ide cermin untuk dekorasi ruangan

astudioarchitect.com Bosan dengan suasana ruang yang ada saat ini? Menerapkan ide sederhana seperti ini mungkin bisa menjadi sebuah terobosan menarik.  Cermin merupakan jenis kaca yang biasa ada dirumah kita sebagai sarana memperhatikan penampilan, namun cermin juga bisa menjadi elemen dekoratif yang cukup menarik. 



Contohnya seperti permainan mozaik cermin pada foto dibawah ini:

Kaca-kaca disusun sedemikian rupa dengan frame yang memperlihatkan bagian-bagian kecil dari ruangan memberikan efek visual yang kaya.


Ide menerapkan cermin/ kaca hitam selang-seling ditembok samping meja makan bisa langsung memberikan efek berbeda untuk ruangan Anda. Selang-selingnya merupakan permainan visual dengan efek memperluas kesan ruangan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ragam Inspirasi Interior Rumah [buku]

astudioarchitect.com Mendapatkan inspirasi untuk desain interior rumah kita kadang merupakan hal yang gampang susah, mengingat kita tidak setiap hari mendesain interior atau memilih pernak pernik interior. Barangkali dengan membaca buku ini Anda akan mendapatkan beberapa inspirasi menarik seputar interior desain, ditulis oleh tim D'Maximus, buku ini mengetengahkan ide-ide segar bagi Anda yang sudah merasa bosan dengan gaya interior rumah Anda saat ini. 


Dalam buku ini dimuat banyak contoh desain interior seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan juga kamar tidur. Bila Anda beruntung, mungkin masih bisa mendapatkan bukunya.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Memproduksi listrik sendiri dirumah dengan panel surya


astudioarchitect.com Kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.

Listrik diperlukan untuk menyalakan berbagai peralatan dalam rumah seperti lampu, televisi, komputer, pemanas air, dan sebagainya. Dalam mendapatkan sumber listrik, kita sangat bergantung pada PLN sebagai penyedia listrik rumah tangga. Namun saat ini, pilihan lain sudah ada untuk memiliki energi listrik secara independen dan tidak tergantung pada PLN, diantaranya adalah listrik dari panel surya (Solar Panel), listrik dari energi angin, dan air. Kesemuanya merupakan energi terbarukan yang bisa kita panen dari negeri yang kaya raya ini. Artikel ini membahas tentang energi listrik dari panel surya.

Picture by Jim Tetro/U.S. Department of Energy Solar Decathlon


Saat ini semakin banyak penyedia panel surya yang bisa menyediakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan ini. Terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang sering terjadi pemadaman bergilir, ada baiknya untuk mempertimbangkan energi alternatif ini. Beberapa hari lalu saya berkesempatan mengunjungi penyedia panel surya dan melakukan beberapa perbandingan pada harga dan paket yang mereka tawarkan. Artikel ini ditulis berdasarkan pengetahuan sementara saya tentang panel surya dan mungkin memerlukan penyuntingan.



Panel surya bekerja dengan cara mengumpulkan energi melalui panel yang terbuat dari bahan silikon atau bahan lain penangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Pada sistem panel surya, bagian yang berperan adalah panel surya yang berisi banyak sel surya, inverter, konektior dan baterai. Sel surya memproduksi listrik melalui proses photovoltaic yang dibuat dari kristal silikon, menghasilkan listrik yang dialirkan melalui konduktor non magnetik seperti perak, perunggu, dan sebagainya. Panel surya menangkap sinar matahari namun tidak seluruh spektrum sinar seperti ultraviolet atau infrared.

Jenis arus listrik

Untuk penggunaan rumah tinggal, saat ini terdapat kelemahan pada sistem yang teramat sederhana yang ditawarkan oleh penyedia panel surya, yaitu bahwa energi listrik yang dihasilkan panel surya adalah arus DC yang berbeda dari arus listrik PLN yang berupa arus AC. Arus DC mengharuskan peralatan listrik menggunakan tipe peralatan yang menggunakan arus DC. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia panel surya biasanya juga menjual inverter listrik DC ke AC, sehingga bisa digunakan untuk peralatan listrik AC. Namun disebutkan oleh penyedia panel surya tersebut bahwa penggunaan inverter listrik yang kurang bagus akan berakibat kerusakan peralatan listrik. Contoh yang disebutkan adalah menggunakan listrik AC dari inverter listrik membuat baterai laptop rusak. Inverter harus memiliki kualitas dan spesifikasi fungsi yang baik agar listrik AC yang dihasilkan aman untuk peralatan listrik.

Untuk penggunaan skala lebih besar, jumlah panel surya bisa ditambahkan sehingga menghasilkan jumlah watt listrik yang dibutuhkan untuk sehari, misalnya bila rumah memiliki banyak peralatan listrik yang ingin dihidupkan dengan listrik tenaga surya, seperti TV, komputer, lemari es, dan sebagainya. Jumlah watt listrik yang dihasilkan menjadi tidak terbatas bila jumlah panel surya ditambahkan juga, tentunya dengan ditambahkan inverter untuk mengubah arus DC ke AC.

Harga sistem pembangkit listrik surya

Anggapan bahwa listrik menggunakan panel surya adalah listrik yang lebih mahal memang terbukti dari investasi awal saat membeli sistem panel surya penghasil listrik ini. Untuk satuan panel yang menghasilkan satu WP (Watt Peak), kita harus merogoh kocek sekitar Rp30.000,-. Untuk tipe pembangkit listrik surya terkecil yang ditawarkan berupa satu panel penghasil 50WP lengkap dengan konektor, fitting peralatan listrik DC dihargai Rp 3juta hingga Rp 4juta. Sedangkan untuk penghasil 80WP seharga Rp5-6 juta.

sumber gambar: http://www.daviddarling.info

Keterangan gambar:
Solar cells = sel surya yang fungsinya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik
DC Power = tenaga listrik dalam bentuk arus searah (DC)
Charge controller = pengatur arus listrik agar lebih stabil dan bisa disalurkan secara langsung ke peralatan listrik arus searah (DC loads)
DC Loads = Peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC bisa menggunakan secara langsung arus DC dari baterai / aki.
Batteries = Baterai, dalam bentuk baterai aki atau baterai kering yang bisa di charge.
Inverter = Pengubah arus DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk peralatan listrik yang menggunakan arus AC, seperti lemari es, lampu, kompor listrik, dan sebagainya.
AC Loads = Peralatan listrik yang menggunakan arus AC.


Memilih arus DC atau AC?

Sistem panel surya paling sederhana terdiri dari panel surya, konektor dan langsung ke peralatan listrik arus DC. Peralatan yang lebih lengkap dilengkapi dengan inverter arus DC ke AC. Seperti diketahui, arus DC yang dihasilkan panel surya disimpan dalam aki atau baterai kering yang mengeluarkannya dalam bentuk arus DC biasanya 12 volt. Arus ini bisa digunakan untuk peralatan seperti lampu neon, LED, laptop, dan sebagainya yang menggunakan arus DC. Peralatan listrik yang menggunakan arus DC secara langsung mungkin akan lebih stabil menggunakan arus DC daripada arus AC yang diubah inverter. Pada sistem panel surya yang teramat sederhana (arus DC), akan lebih baik menggunakannya untuk peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC.


Waktu pengumpulan dan penggunaan Listrik Matahari

Kapasitas penangkapan energi oleh sel surya dinyatakan dengan WP atau Watt Peak, merupakan satuan untuk menggambarkan berapa Watt listrik yang ditangkap dalam waktu satu jam. Untuk kapasitas panel 50WP, maka satu jamnya akan menangkap energi 50Watt, sehingga bila perkiraan jangka penyinaran minimum adalah 5 jam, maka menghasilkan 250Watt atau lebih. Energi disimpan dalam aki atau baterai kering yang menghasilkan arus DC tegangan 12 volt.

Penggunaan listrik dari aki atau baterai kering dapat dihitung dari berapa banyak listrik yang dihasilkan, kemampuan penangkapan energi listrik dan penyimpanan oleh aki tersebut. Aki dapat dikondisikan untuk memberikan energi listrik selama 8-10 jam sesuai kebutuhan, yang dipengaruhi juga oleh berapa watt listrik peralatan yang kita gunakan.

Untuk sistem panel surya 50WP, perkiraan bisa menghidupkan 3-4 buah lampu 20 Watt selama kurang lebih 8-10 jam. Pada penggunaan untuk rumah tinggal skala kecil seperti tipe 21 dan 36, sistem ini bisa meniadakan kebutuhan listrik untuk penerangan dalam rumah di malam hari. Karena dewasa ini berkembang juga lampu-lampu LED dimana lampu LED 4 Watt setara dengan terangnya lampu bohlam 20 Watt, maka lampu-lampu LED bisa digunakan untuk memperpanjang waktu penggunaan listrik.

Kelebihan

Panel surya penghasil listrik diklaim memiliki masa pakai lebih dari 20 tahun, berarti kita bisa menggunakannya untuk jangka waktu yang cukup lama. Karena itu panel yang berisi sel-sel surya ini merupakan investasi untuk jangka panjang. Sistem pembangkit listrik independen ini juga menyediakan alternatif listrik selain PLN yang dapat diandalkan pada waktu PLN tidak dapat diandalkan seperti kerusakan jaringan, pemadaman sementara atau pemutusan listrik.

Perbandingan dengan pemakaian 4 buah lampu 20 Watt selama sebulan dapat dihitung sebagai berikut:


  • Pemakaian listrik PLN (konvensional) rata-rata pemakaian 8 jam
  • 4 buah lampu 20 Watt / bulan = 4 lampu x 20 Watt x 8 jam x 30 hari = 19.200 Watt atau 19,2kW
  • Biaya listrik perbulan untu pemakaian 4 buah lampu = 19,2kW x Rp795,- = Rp 15.264
  • Biaya listrik per 20 tahun dengan standar TDL saat ini = Rp 15.264,- x 12 bulan x 20 tahun = Rp 3,6 juta


Dari ilustrasi diatas, maka penggunaan panel surya 50WP dengan 4 lampu LED biayanya akan relatif sama dengan biaya investasi awal pembelian sistem pembangkit listrik surya 50WP, tentunya bila kita realistiskan dengan kemungkinan kenaikan TDL di tahun-tahun mendatang, maka biaya listrik untuk 4 buah lampu 20 Watt kemungkinan lebih besar dari investasi awal panel surya tersebut.


Kekurangan

Menyebutkan kekurangan sistem pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel ini, maka kita akan sampai pada masalah kepraktisan dan kebutuhan mendasar dari memiliki sistem ini:


  • Panel surya diklaim bisa bertahan hingga lebih dari 20 tahun sebelum berkurang kemampuannya dalam menyerap energi surya, namun peralatan pendukungnya seperti baterai aki bertahan kira-kira 3-4 tahun. 
  • Bila menggunakan aki maka maintenance yang dilakukan adalah menambah cairan aki pada waktu berkurang/ habis dan perawatan aki bila diperlukan. 
  • Sistem arus DC dan AC pada sistem panel surya sederhana tidak bisa diintegrasikan dengan sistem PLN beserta kabel-kabelnya, yang berarti kita harus menggunakan kabel baru untuk sistem listrik khusus yang mengalirkan listrik dari panel surya ke peralatan listrik. 
  • Peralatan untuk arus DC harus diadakan secara khusus, yaitu lampu DC, adaptor, dan sebagainya, kecuali bila menggunakan inverter arus DC ke AC. 



Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas, bisa kita pahami bahwa kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Foto inspirasi desain gaya Bali

astudioarchitect.com Bali adalah tujuan wisata populer, dengan kekayaan budaya salah satunya adalah arsitektur Bali. Dewasa ini, berkembang salah satu gaya arsitektur 'Bali Modern' yang mengetengahkan suasana khas Bali dengan landscape dan arsitektur yang membawa suasana Bali dalam penggunaan material modern. Kumpulan foto yang saya cari di flickr ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi Anda penyuka arsitektur Bali modern. 


Bali yang eksotik memiliki beberapa karakteristik dalam desainnya, yang pertama tentunya adalah dari tipologi bangunan sendiri yang memakai pembagian denah dalam beberapa bagian rumah yang terpisah dan memiliki hierarki (susunan, urutan) ruang-ruang secara tradisional. Ciri khas lain adalah pada tampilan yang menggunakan prinsip kepala, badan dan kaki. 

Some rights reserved by ALWH

Foto diatas menunjukkan kualitas desain landscape yang memberikan kesan sejuk dan nyaman, ditandai dengan kolam kecil, shower, dan penggunaan bahan material ekspos seperti batu, kayu dan semen. 




Some rights reserved by ALWH

Foto diatas khas untuk villa-villa di Bali dengan kolam renang di bagian belakang, dimana aspek terpenting adalah suasana asri dari kolam dan tetumbuhan dibelakangnya. Perhatikan bahwa desain arsitekturnya sendiri tidaklah rumit, hanya terkesan terbuka. 



Some rights reserved by ALWH

Bale atau ruang terbuka seperti ini dibutuhkan untuk menikmati udara dan suasana luar, tapi tetap merasa nyaman dengan kenyamanan ruang dalam. Artinya kita bisa menikmati ruang luar dengan penataan arsitektur dan interior yang baik tanpa harus merasa bahwa ruang luar itu cenderung kotor atau tidak sehat, bahkan sebaliknya justru sehat alami. 



Some rights reserved by Jeda Villa Bali

Villa yang menggunakan atap sebagai ruang duduk, dengan membuka bagian atap ke arah pegunungan. Desain seperti ini memungkinkan untuk lahan yang berada di daerah pedesaan atau masih asli alamnya. 



Some rights reserved by Jeda Villa Bali

Meskipun struktur dibuat dari material dan teknik modern, tapi atap tetap menggunakan bahan ijuk untuk mempertahankan keaslian budaya dan suasana. 



Some rights reserved by Jesse Wagstaff

Elemen sederhana dari arsitektur Bali yaitu gerbang depan rumah, memang cukup sederhana dan mudah dibuat tapi selalu memberi kesan ramah dan estetik. 



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]



astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 


Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.


Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 

Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[desain gratis] Memperbaiki desain rumah yang sudah terbangun





astudioarchitect.com Bapak Anas dari Jakarta mengirimkan pertanyaan tentang rumah yang sudah terbangun, namun terlihat kurang estetis karena mengandalkan jasa kontraktor saja. Beliau meminta bantuan desain tampilan. Berikut ini email pertanyaan:

Dear Bapak Probo Hindarto,
Saya baru saja selesai membuat rumah tinggal, dilahan 11 x 22 meter di Jakarta Timur.
Rumah tersebut saya design sendiri tata ruang didalamnya, tetapi saya tidak mendesign tampak mukanya.
Setelah jadi (saudara saya pemborongnya) rumah tersebut tampak luar sangat mengecewakan.
Seperti dalam gambar, bahkan boleh dikatakan tidak berbentuk rumah, seperti ruko.
Istri saya ingin konsep rumah yang berlantai dua tetapi tidak Nampak dari depan, jadi voidnya saya buat di atas ruang tamu bagian depan, sehingga dinding depan jadi tinggi dan atapnya juga tinggi.
Mohon bantuan saran dan designnya apabila kita ingin membuat teras depan, agar tampak bagus. Dengan harapan point of view nya adalah teras tersebut dan atapnya dapat terkamuflase.

Terimakasih,
Anas Eko Setyo Nugroho,
Jakarta Timur


SEBELUM




Perkiraan tampilan baru:





Jawaban:

Dear Bapak Anas,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak.

Untuk membuat tampilan baru dari rumah yang sudah dibangun tersebut, diperlukan suatu cara untuk membuat desain yang bisa menjadi pusat perhatian, karena saya lihat pada bangunan yang sudah ada, belum terdapat 'sesuatu' yang terlihat menarik. Sementara yang ada merupakan desain yang sangat fungsional namun belum terlalu memperhatikan tentang estetika. Desain yang baru saya buat memiliki portal untuk teras sehingga bisa menjadi semacam pusat perhatian saat berada didepan bangunan tersebut.

Untuk pagar juga saya desain dengan bentuk baru yang saya contohkan pada gambar desain baru, dengan harapan bisa menjadi penunjang untuk tampilan keseluruhan dan tidak terlihat berdiri sendiri seperti saat ini. Sepertinya memang untuk mencapai keharmonisan, desain pagar tersebut perlu dirubah.

Untuk struktur dan bangunan yang sudah ada, tidak perlu dirubah sama sekali, hanya membuat tambahan saja agar terlihat lebih estetis. Demikian jawaban saya, semoga desain ini bisa menjadi inspirasi untuk proses renovasi rumah Bapak.

Demikian, terimakasih.
Salam
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Make Over Ruang Tamu [buku]

astudioarchitect.com [pustaka interior] Merencanakan ruang tamu mungkin merupakan bagian kecil dari berumah-tinggal, namun kadangkala ruang yang biasanya terletak didepan ini memang menjadi pertimbangan khusus agar tampil menarik, membuat betah dalam rangka menjamu tamu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk menengok buku yang ditulis oleh Randy Permata Dahlan dan Yogie Candra Bhumi ini, yang bisa memberi inspirasi pada kita tentang bagaimana menata ruang tamu. Ruang tamu memiliki banyak elemen yang terutama untuk mencapai tujuan agar ruang tersebut nyaman. 



Kutipan: Rumah yang baik akan memiliki elemen yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Pada kondisi ideal, sebuah tumah akan memikirkan elemen ruang yang terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga atau dikenal sebagai ruang tengah, kamar mandi, ruang kerja, dapur, gudang, dan garasi. Masing-masing elemen tadi akhirnya menjadi penting akibat pengaruh budaya serta tata nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial dan budaya pastilah memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi, berbincang, serta menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan bertamu menjadi hal yang umurn dilakukan. Ruang tamu kemudian menjadi elemen rumah yang sangat penting untuk mewujudkan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan budaya.

Seberapa pentingkah arti dan fungsi sebuah ruang tamu? Sejak zaman dahulu, peran penting budaya bemosialisasi dan bertamu dalam kehidupan bermasyarakat telah ditunjukkan oleh berbagai arsitektur vernakular Indonesta. Sebagai contoh, dapat dilahat bagaimana rumah panggung adat Aceh yang menempatkan sebuah ruang khusus setelah tangga masuk rumah mereka untuk menerima tamu. Juga pembagian struktur pada rumah jaglo adat Jawa yang idealnya memiliki area pendapa atau pendopo di bagian depan rumah untuk menerima tamu dan aktivitas publik lainnya. Demikian halnya dengan tawalo pada rumah adat Nias Selatan yang juga berfungsi untuk menerima tamu. Sernua tipe rumah tersebut menunjukkan bahwa tamu memang amat penting dalam budaya masyarakat Indonesia.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.