Showing posts with label x books. Show all posts
Showing posts with label x books. Show all posts

Hotel-hotel bergaya Asia (inspirasi dari buku)

astudioarchitect.com Gaya desain bangunan etnik modern bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menyukai jenis arsitektur yang menenangkan dan penuh relaksasi. Bila Anda menyukai desain rumah atau bangunan lain bergaya resort hotel, terdapat buku yang mungkin bisa menginspirasi Anda, setidaknya bila Anda tidak fasih membaca teks bahasa Inggrisnya, masih bisa melihat-lihat gambar dalam buku yang bergenre 'coffe table book' ini. 



________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.

All rights reserved.

Candi Sewu dan Bangunan Arsitektur Agama Budha di Jawa Tengah / Sewu Temple and Buddhist buildings in Central Java

astudioarchitect.com Budaya arsitektur Indonesia, yang berakar dari nenek moyang adalah budaya arsitektur yang sangat kaya. Kualitas yang ditunjukkan leluhur kita sangat hebat dan setara dengan peradaban-peradaban besar dunia. Banyak penelitian sudah dilakukan pada arsitektur peninggalan masa lalu seperti candi-candi Jawa. Kali ini saya menemukan sebuah buku di Google Books karangan Jaques Dumarcay yang mengetengahkan penelitian yang dilakukannya pada candi Sewu dan candi-candi lain di Jawa Tengah.

Indonesian architectural culture, which stems from our ancestors is a very rich architectural culture. The quality of our ancestors shown very great and the equivalent of the great civilizations of the world. Many studies have been done on the architectural relics of the past such as the temples of Java. This time I found a book on Google Books Jaques Dumarcay essay describing research done on Sewu temple and other temples in Central Java.




Kutipan: Candi adalah bangunan keagamaan yang didirikan ratusan tahun yang lalu. Maka peminat dan peneliti utamanya terbatas kepada para ahli purbakala dan ahli sejarah. Itu pun kalau ahli purbakala itu mengkhususkan diri dalam bidang arkeologi klasik dan ahli sejarah dalam bidang sejarah kuno Indonesia. Dan kedua bidang ini yang ditekuni adalah terutama sekali rnasalah-masalah yang berkenaan dengan keagamaan, perlambangan seni arca serta seni hias, pertulisan kuno. dan berbagai hal lain dalam kerangka kajian filologi atau sejarah kebudayaan.

Jarang terlintas dalam pikiran bahwa candi adalah pertama-tama hasil ilmu bangunan dan seni bangunan. Didirikannya sebuah candi didahului oleh perencanaan konstruksi dan tata letak yang disertai perhitungan-perhitungan dan juga pengukuran yang amat cermat, baik berdasarkan ilmu maternatika maupun ilmu astronomi. Dibangunnya sebuah candi harus disertai penguasaan teknologi khusus dan keterampilan perundagian yang tidak dapat ditawar-tawar. OIeh karenanva, dalarn meneliti dan mempelajari seluk-beluk sebuah candi tidak dapat diabaikan setiap gejala teknis, betapa kecilnya juga, tiada bedanya bila menghadapi gejala arkeologi ataupun historis.

Excerpt: The temple is a religious building founded hundreds of years ago. It is primarily limited to enthusiasts and researchers to the archaeologist and historian. That is, if the archaeologist specializing in the field of classical archeology and historians of ancient history in Indonesia. And both are engaged in this field is particularly issues pertaining to religious symbolism and art decorative art statues, ancient writings and various other things in framework philological studies or cultural history.

Rarely comes to mind that the temples are the first result of building science and art buildings. Preceded by the establishment of a temple construction planning and layout which accompanied by calculations and also very careful measurements, whether based on mathematical science and astronomy. Construction of a temple should be accompanied by special technology and skill mastery that can not be bargained. Reflected in its cause, conducts research and learn the ins and outs of a temple can not be ignored from any technical symptoms, how small, too, there is no difference when dealing with archaeological or historical phenomenon.




Dalam buku ini penulisnya, Dr. J. Durnarçay, seorang teknikus kawakan yang telah puluhan tahun menggeluti masalah-masalah teknis candi-candi di Asia Tenggara—terutama di Kamboja dan Indonesia—telah berhasil mengungkapkan berbagai hal yang dalam ilmu purbakala dan sejarah selalu merangsang penelitian tetapi belum pernah terselesaikan secara tuntas. Misalnya saja: soal riwayat pembangunan sebuah candi beserta tahapan-tahapannya. Soal kronologi pembangunan candi-candi beserta kaitan budayanya. Soal pemakaian teknik bangunan beserta ukuran-ukuran dasamya, dan banyak lagi soal lainnya yang sifatnya teknis semata-mata.

Meskipun kajian teknis itu tidak selalu sesuai, bahkan ada kalanya bertentangan dengan hasil hasil yang diperoleh dari kajian arkeologi dan histori, tidak dapat dipungkiri bahwa pandangan teknis itu harus diperhitungkan dan disertakan dalam kajian kajian ulang nantinya yang bagaimanapun juga tetap diperlukan mengingat bahwa pengetahuan kita tentang candi masih sangat fragmentaris. Kajian teknis itu paling tidak merupakan tambahan kalau bukan pelengkap dan cara pendekatan yang sarnpai kini kita lakukan.

In of this book the author, Dr. J. Durnarçay, a veteran technologist who has decades of studying technical aspects of temples in Southeast Asia, especially in Cambodia and Indonesia-have succeeded in expressing a variety of things in archeology and history that are always stimulating research, but has never been completely resolved. For instance: about the history of the construction of a temple and its phase-step. About the chronology of development and its relation to temples culture. Problem use of building techniques and measures of its base, and many other questions that are purely technical in nature.

Although the technical study that was not always consistent, even occasionally in conflict with the results obtained from the study of archeology and history, can not be denied that the technical view must be taken into account and included in the review of studies which, however, will still need to be remembered that our knowledge about the temples are still very fragmentary. Technical study that is at least an additional, if not complementary, and the approach we do now.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal / 74 Inspirations of Main Door for House

astudioarchitect.com Mirip dengan buku tentang gapura yang saya update di blog astudio tempo hari, ada pula buku yang mirip yang membahas tentang ragam pintu, judulnya adalah "74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal" yang ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini merupakan koleksi dari berbagai contoh pintu yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam mendesain pintu rumah. Memang mungkin merupakan bagian kecil dari rumah, tapi cukup penting bukan? Bila desain pintu tidak sesuai dengan tema rumah misalnya, maka keseluruhan tampilan rumah bisa menjadi 'korban' dari ketidak cocokan desainnya.

Similar to the books on astudio blog updated the other day, there is a similar books that discuss various doors, the title is "74 Inspirations of Main Door for House" written by Griya Kreasi Writing Team. This book is a collection of various examples of doors that can be your inspiration in designing a door. It may be a small part of the house, but it is important enough. If the door does not match the design with the theme of the house, for example, the overall facade of the house can be a 'victim' of the lack of a bad design.




Pintu utama rurnah tinggal memiliki model yang lebih bervariasi daripada pintu pintu lain di rumab. Variasi model ini terkait dengan tipe bukaan, bentuk, dan sistem bukaan yang digunakan.

Berdasarkan tipe bukaan, pintu utama lazimnya memiliki tiga alternatif, yaitu bukaan tunggal (single), bukaan ganda (double), dan bukaan majemuk. Bukaan ganda sendiri dibagi menjadi bukaan ganda sama lebar dan bukaan ganda beda lebar. Sementara bukaan majemuk biasanya terdapat pada pintu lipat yang memiliki lebih dan dua bukaan.



Berdasarkan bentuk: pintu utama lazimnya memiliki dua bentuk populer, yaitu bentuk persegi dan gabungan antara bentuk persegi dan kurva. Pada beberapa rumah ada pula yang menggunakan bentuk bentuk yang kurang lazim seperti bentuk bentuk kontemporer yang asimetris.

Berdasarkan sistem bukaan, pintu utama ada yang menggunakan model pintu ayun (swing door), pintu geser (sliding door), atau pintu lipat (folding door). Pemilihan model sistem bukaan ini ditentukan oleh besaran rumah/ruang tamu dan lebar bukaan pntu.

A main door has a more variable models than other doors in a house. Variations of this model associated with the type of openings, shape, and exposure system used.


Based on the type of opening, the main doors usually have three alternatives, namely a single exposure (single), double exposure (double), and multiple openings. Double Exposure itself is divided into multiple openings as wide and double openings wide difference. While there are multiple openings on the folding doors that have more and two openings.


Based on the form: the main door typically has two popular forms, the square shape and a combination of square shapes and curves. In some houses there is also the use of less common forms such as contemporary forms of asymmetry.


Based on exposure system, the main door there is a model swinging door (swing door), the sliding door (sliding door), or a folding door (folding door). The selection of this opening system model determined by the amount of house / living room and the wide openings.



________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Gapura untuk Rumah Tinggal / Gate for a House

[buku rumah] Sebuah gapura mungkin bukan merupakan kebutuhan mendasar dalam desain sebuah rumah. Gapura merupakan gerbang yang memberikan batas antara luar dan dalam, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki tampilan rumah. Tapi apakah yang terjadi bila kita tidak mendesain gapura dengan baik? Adakalanya gapura atau bagian dari pagar tersebut terlihat tidak serasi atau tidak mendukung tampilan rumah secara keseluruhan. Rupanya hal itu menjadi ide dasar dari penulis dan arsitek Aditya Wardhana untuk mengangkat topik ini sebagai topik buku yang menarik.

A gate may not be a fundamental requirement in a house design. A Gate provides the boundary between outside and inside, so can be a means to improve the look of the house. But what happens if we do not design the gate in the best way? Sometimes a gate or part of the fence is not suitable for the overall look of the house. Apparently it's a basic idea of the author and architect Aditya Wardhana to raise this topic as the topic of an interesting book.




KUTIPAN: Dalam buku:"Gapura untuk Rumah Tinggal", dikutip sebagai berikut: Gapura akan aman bagi yang melewatinya jika ukurannya memenuhi persyaratan untuk jenis alat transportasi yang melaluinya. Misalnya jalan yang dlperuntukkan hanya untuk lewat satu buah kendaraan mobil maka ukurannya jangan disesuaikan dengan ukuran sebuah mobil, tetapi diberi kelebihan minimal 0.5—1 m urituk lebar gerbang di sebelah kin dan kanan jalan dan 1— 2 m untuk tinggi gapura Jadi, apabila lebar standar sebuah mobil adalah 2,25 m maka lebar gapura sebaiknya 3,25 — 4.25 m. Oleh karena tinggi standar sebuah mobil adalah 2 m maka tinggi gapura sebaiknya 3—4 m.



Pada kenyataannya gapura sering menjadi korban vandalisme, hal itu merupakan ancaman besar bagi kelangsungan sebuah gapura. Sering terlihat gapura menjadi ajang corat-coret, baik menggunakan spidol ataupun cat semprot. Terkadang gapura menjadi mading dadakan yang isinya berbagai macam selebaran ikian yang ditempelkan secara sembarangan. Hal ini berbeda derigan sebuah gapura rumah atau kawasan lingkungan yang memang dibuat dengan biaya sponsor sebuah produk dan ditampilkan klan produk yang sudah dikonsep.

In the book: "Gapura (Gate) untuk Rumah Tinggal", was quoted as follows: Gate will be safe to past if it is eligible for which type of transportation to go through. For example if it is designed just to pass one car the size of vehicles not adapted to the size of a car, but given the advantages for at least 0.5-1 m wide gate on the right path and and 1 - 2 m high to the gate. So, if the standard width of a car is 2.25 m, gate width should be 3.25 - 4:25 m. Because of the high standards of a car is 2 m high then the gate should be 3-4 m.


In fact, often gate can be the victim of vandalism, it was a big threat for the survival of a gate. A gate often turned into graffiti scene, either using a marker or spray paint. Sometimes the gate can be a media for irresponsible people to turn into improperly stickers of leaflets attached. This is different with a gate house or neighborhood area that are designed with properly.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Buku baru saya "Rumah dan Taman" sudah terbit / My new book "Home and Garden" has been published

astudioarchitect.com Baru kemarin saya mendapatkan kiriman dari penerbit Andi, yaitu salah satu buku saya yang baru terbit, judulnya "Rumah dan Taman", 22 ide dan konsep desain. Saya sendiri belum begitu hapal judul bukunya. Buku ini formatnya sebenarnya majalah, tapi karena dibuat menyerupai buku, jadinya tampilan yang saya inginkan seperti majalah itu ya belum begitu terlihat disini. Isinya tentang kumpulan tips seputar desain rumah dan contoh-contoh desain rumah.

Just yesterday I got a shipment from Andi Publisher, one of my new book published, titled "Home and Garden", 22 ideas and design concepts. I myself haven't memorized the title of his book, yet :) This book is a magazine format, but because it is made to resemble a book, I actually want it to look like a magazine but it's not so magazine enough. The contents is a collection of tips about house design and examples of home design.




Apa yang menarik? Secara umum sebenarnya buku adalah kumpulan artikel dan konsultasi desain gratis yang saya buat di banyak koran di Indonesia yang terhubung dengan Persda Kompas Gramedia. Saya cukup senang dengan kehadiran buku majalah ini, yang saya harapkan bisa membantu Anda yang membutuhkan untuk mendapatkan desain rumah yang terbaik. Beberapa aspek desain saya bahas dalam buku ini, seperti aspek tren arsitektur, bagaimana membuat rumah makin nyaman, dan hal-hal lainnya seputar rumah. Contoh desain rumah yang dibuat disini adalah contoh rumah-rumah bertipe kecil.

Anda bisa membeli buku ini di toko buku Gramedia dan lain-lain. Setelah seminggu dari postingan ini biasanya di toko buku sudah tersedia. 


What is interesting? In general, the book is actually a collection of articles and a free design consultation that I create in many newspapers in Indonesia that are connected with Persda Kompas Gramedia. I am quite pleased with the arrival of this magazine book, which I hope can help you who need to get the best home design. Some aspects of the design I discussed in this book, such as aspects of architecture trends, how to make homes more comfortable, and the other things around the house. Sample design house made here are examples of small type houses.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

'Bali Houses' book / buku 'Rumah-rumah Bali'

astudioarchitect.com Buku 'Bali Houses' adalah sebuah buku yang mengulas tentang desain rumah dengan gaya Bali. Ditulis oleh Gianni Francione, buku ini dilengkapi dengan banyak foto-foto inspiratif bagi Anda yang sedang membutuhkan inspirasi desain rumah atau villa gaya Bali yang sangat populer di seluruh dunia. Rumah atau villa bergaya Bali memang dianggap memiliki citarasa tinggi dengan gaya tropis, serta mampu menghadirkan nuansa menenangkan selayaknya sebuah resort.

Book 'Bali Houses' is a book review about home design with Balinese style. Written by Gianni Francione, this book comes with lots of inspirational pictures for those who need home design inspiration of Balinese style villas which is very popular around the world. Houses with Balinese style are considered to have high flavor of tropical style, and able to bring a sense of comfort like a resort.




Kutipan dari buku: Gaya gubuk beratap jerami dari masa lampau telah menjadi gaya rumah yang sangat digemari hari ini di pasaran perumahan. Di seluruh pulau (Bali), kolaborasi menarik antara teknik bangunan Bali dan visi kontemporer telah menghasilkan mimpi-rumah baru yang mengejutkan orisinalitasnya. Saat ini semakin banyak, tantangan dalam dualisme antara tradisi dan modernitas, bahan organik dan logam atau plastik. Komponen berteknologi tinggi dan aksesoris yang dibuat-oleh-tangan. Teknik manual dari konstruksi vernakular bisa duduk dengan kikuk di samping teknologi prefab, tapi tren ini masuk lebih dari luar Bali daripada dari dalam Bali sendiri. Dan dengan mengambil keuntungan dari beragamnya material bangunan di pulau ini, villa diciptakan dengan menyuarakan keindahan perjalanan di pulau ini. Kualitas adalah kata semboyan, Bali adalah kata kuncinya.

Buku ini menampilkan pilihan rumah-rumah pribadi, galeri seni dan restoran yang paling menggambarkan konsep baru 'tropis internasionalisme'. Struktur bangunan tentunya sudah terpisah dan melampaui tradisi warisan arsitektur Bali itu sendiri. Bahkan jika masih terdapat sentuhan kerajinan. Ada rumah dengan pengaruh Zen Jepang, ada juga rumah Batak Toba yang dipulihkan setelah 150-tahun dengan interior modern, villa baru yang lahir dari inspirasi kolonial Spanyol dalam kompleks yang sama dengan sebuah joglo abad ke-9.



Excerption from the book: Yesteryear’s thatched huts have become today’s highly marketable garden estates. All over the island, exciting collaborations between Balinese building techniques and contemporary vision have produced new dream-homes of startling originality. Increasingly, there is a challenging dualism between tradition and modernity, organic materials and metals or plastics. High-tech components and crafted-by-hand accessones. Manual tectiniques of vernacular construction could sit awkwardly beside pre-fab technology, but by tapping into trends from outside rather than from within Bali. And by taking advantage of the island’s plentiful materials, villas are created that speak volumes about the islands architectural journey. Quality is the catchword, Bali-based the buzzword.


This book showcases a selection of private houses, art galleries and restaurant that best illustrates this concept of new 'tropical internationalism’. The structures certainty exist apart from—and beyond—the traditional Balinese architectural legacy. Even if craft-based touches remain. There are homes with Japanese Zen influences, a restored 150-year-old Toba Batak house with a modem interior, a new villa born from Spanish colonial inspirations in the same compound as a I 9th-century Joglo.


________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menciptakan rumah sehat / Creating a Healthy House

astudioarchitect.com Keep a marshmallow warm with a fire - Buku karangan Andie A Wicaksono ini memaparkan berbagai faktor yang membentuk sebuah rumah sehat. Pembahasannya berkisar pada prinsip rumah sehat baik sebelum maupun sesudah dibangun. Tips-tipsnya dapat berguna bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana menjadikan ruang rumah kita menjadi lebih baik melalui langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan. Tidak hanya berkisar pada ruang dan bagaimana menyiasatinya, buku ini juga membahas bagian yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal kita.




A book written by this Andie A Wicaksono presents various factors to form a healthy home. Discussion around the principles of healthy house both before and after construction. The tips will be useful for those who want to know how to make our home better space through the simple steps that are easy to apply. Not only ranges in rooms and how to handle the problems, this book also discusses the larger part of our neighborhood.

Dalam buku:
Rumah sehat merupakan impian bagi semua orang. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dan hujan dan terik matahari, tetapi juga simbol status sosial bagi pemilik dan sumber inspirasi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami benar tentang arti rumah sehat. Mereka beranggapan bahwa rumah yang sehat cukup dipel, disapu, dan dilap. Buku mi mencoba memaparkan bagaimana mendefinisikan rumah sehat, baik secara psikologis maupun fisiologis. Sebagai contoh, ruangan yang bersih belum dikatakan sehat jika pengaturan perabot yang ada di dalamnya tidak sesuai fungsinya. Kondisi ini membuat penghuni rumah kurang nyaman beraktivitas dan banyak waktu terbuang sehingga tidak bisa dikatakan sehat secara psikologis.

Rumah sehat versi Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah
1) harus dapat terlindungi dan hujan, panas, dingin, dan berfungsi sebagai tempat istirahat,
2) mempunyai tempat-tempat untuk tidur, masak, mandi, mencuci, kakus, dan kamar mandi,
3) dapat melindungi penghuninya dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran,
4) bebas dari bahan bangunan yang berbahaya,
5) terbuat dari bahan bangunan yang kukuh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan, dan penyakit menular, serta
6) memberi rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi.

Kriteria rumah menurut Winslow di antaranya
1) dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,
2) dapat memenuhi kebutuhan psikologis,
3) dapat terhindar dari kecelakaan, dan
4) dapat terhindar dari penularan penyakit.

In the book:


Healthy home is a dream for all people. The house is not just a shelter of rain and sun, but also a symbol of social status for the owner and source of inspiration. However, most people do not understand the true meaning of a healthy home. They assumed that healthy homes are enough mopped, swept, and wipe. The book describes how to define a healthy home, both psychologically and physiologically. For example, a cleaned room is not healthy if the arrangement of furniture does not fit its function. These conditions make the household less comfortable and a lot of time wasted that could not be said psychologically healthy.




Healthy home version of the World Health Organization (WHO) is
1) must be protected from rain, heat, cold, and serve as a place of rest,
2) have a place for sleeping, cooking, bathing, washing, toilet, and bathroom,
3) protect the occupants from the dangers of environment and free from pollution,
4) free of hazardous materials,
5) made of sturdy materials and can protect the inhabitants from the earthquake, collapse, and infectious diseases, and
6) provide security and a harmonious neighborhood.




House according to the criteria of Winslow
1) can meet the physiological needs,
2) can meet the psychological needs,
3) can avoid the accident, and
4) can avoid disease transmission.





________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

[buku rumah] "Rumah Idaman 2" karangan Agung Kristiawan

Review dan pustaka buku
Buku "Rumah Idaman 2" karya Agung Kristiawan adalah kumpulan desain dan bentuk rumah Mediterania, dengan batasan yaitu satu dan dua lantai, serta berada di lahan sempit. Buku ini memuat berbagai ragam desain rumah gaya Mediterania yang sempat nge-tren pada sekitar tahun 90an hingga 2000an, bahkan hingga saat ini, banyak orang masih menggemarinya.


Dalam buku ini dijelaskan bagian-bagian rumah dalam sebuah rumah di lahan sempit. Dengan gaya bahasa yang lugas sebagaimana seseorang yang selalu bergerak dalam dunia teknik bangunan, Agung Kristiawan juga memberikan contoh-contoh desain denah rumah, perspektif rumah, tampak depan, tampak samping, tampak belakang, serta rencana situasi. Buku ini sesuai untuk Anda yang sedang mencari inspirasi rumah bergaya Mediterania.

English version:
Book "Rumah Idaman 2" by Agung Kristiawan is a collection of designs and forms of Mediterranean house, with a limit of one and two floors, as well as in the narrow land. This book contains various Mediterranean-style home design that are in trend in the 90s to around 2000s, even today, many people still like it.

This book explains the parts of a house on a narrow land. With a straightforward style as a person who is always moving in the world of building techniques, Agung Kristiawan also gives examples of the design house plans, house perspectives, elevations, and the planned situation. This book is suitable for you who are looking for inspiration Mediterranean-style house.





________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

[buku arsitektur] "Arsitektur Ekologis" karangan Heinz Frick

Review dan pustaka buku
Buku-buku dalam seri Eko-arsitektur yang ditulis oleh Heinz Frick merupakan buku-buku tekstual untuk kalangan akademisi arsitektur yang lengkap dan berbobot. Keberadaan buku-buku Heinz Frick dapat dijadikan referensi saat merancang, maupun berupaya memahami berbagai konsep seperti arsitektur ekologis, sistem konstruksi, utilitas, dan sebagainya.


Dalam buku "Arsitektur Ekologis" dijelaskan pengertian rumah yang sehat dan ekologis, hubungan manusia dan lingkungan, pengaruh iklim terhadap bangunan, kondisi tapak, bagaimana menghijaukan lingkungan, serta konsep kota yang ekologis, bahkan pembahasan tentang energi yang bisa diperbaharui. Penjabaran dan pengetahuan yang diberikan dalam buku ini disertai berbagai diagram dan gambar sketsa yang memudahkan pemahaman. Terimakasih untuk Heinz Frick yang memberikan sumbangsih pemikiran dan dasar-dasar arsitektur yang penting bagi dunia akademis arsitektur Indonesia



The books in the series "Eco-architecture", written by Heinz Frick is textual books for academics to complete architectural learning books. The existence of these books can be a reference when designing, as well as when trying to understand various concepts such as ecological architecture, construction systems, utilities, and so on.

In the book "Ecological Architecture" it is outlined a healthy sense of home and the ecological, human relationships and the environment, the influence of climate on the building, site conditions, how to make green the environment, and the concept of ecological city, even the discussion of energy that can be renewed. Description and knowledge provided in this book along with various diagrams and sketches which facilitate understanding. Thanks to Heinz Frick who contributed ideas and the basics of architecture that are important to the academic world of architecture Indonesia




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

[buku taman] "Galeri Tanaman Hias Lanskap"

Review dan pustaka buku
Buku "Galeri Tanaman Hias Lanskap" adalah buku yang ditulis oleh Garsinia Lestari S.P, dan Ira Puspa Kencana, S.P yang bertujuan untuk memberikan wawasan tentang berbagai tanaman hias landscape. Dalam buku ini, dijelaskan berbagai tanaman hias yang bisa turut menghiasi rumah kita. Terdapat penjelasan tentang berbagai tanaman seperti:

- tanaman penutup tanah
- tanaman pagar
- tanaman pelindung
- tanaman merambat
dan sebagainya


Selain dijelaskan jenis-jenisnya, dalam buku ini juga disebutkan berbagai contoh tanaman hias secara lengkap dan lugas.




The book "Ornamental Plants Gallery of Landscape" is a book written by Garsinia SP, and Ira Puspa Kencana, SP which aims to provide insight into the ornamental landscape plants. In this book, described the various plants that can contribute to decorate our homes. There is explanation of the various plants such as:
- Cover crop
- Hedge
- Crop protection
- Ivy
etc.
In addition to the types of plants described in this book, it is also mentioned various examples of complete plants.





________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.




Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

[buku rumah] "Membangun Rumah" karangan Zainal A.Z., B.A.E

Review dan pustaka buku
Buku "Membangun Rumah" ini menawarkan berbagai model bentuk rumah serta bahan-bahan yang dipakai. Desain rumah-rumah ini merupakan desain yang sederhana yang dilengkapi dengan rencana dan bahan-bahan material yang dipakai. Pak Zainal A.Z., B.A.E. sudah menulis buku ini dengan format yang sederhana dan sangat mudah dimengerti (buku ditulis pada tahun 1982). Karena laris, buku ini sudah dicetak ulang hingga delapan kali, dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Untuk sebuah model rumah, dalam buku ini dilengkapi dengan bahan material apa yang dipakai, seperti untuk dinding memakai batu bata, untuk pondasi memakai batu pecah, atap dengan genteng kodok, dan sebagainya. Macam-macam material juga dilengkapi dengan ukuran serta banyaknya material. Hal ini menunjukkan pengetahuan mendalam penulisnya tentang rumah dan material bangunan.




The book "Building Houses" offers a variety of models of houses and materials used. The design of these houses is a simple design complete with plans and materials used. Mr. Zainal A.Z., B.A.E. This book was written with a simple format and very easy to understand (the book was written in 1982). Because the demand, this book was reprinted eight times, and published by Scholastic Press.

For a home model, in this book comes with what materials are used, such as to put a brick wall, to the foundation using broken stone, tile roof with frogs, and so on. Various kinds of materials are also equipped with the size and amount of material. This author shows profound knowledge of the home and building materials.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

[buku rumah] "Mimpi Rumah Murah Yu Sing"

Pustaka dan review buku astudioarchitect.com
Buku Yu Sing berjudul "Mimpi Rumah Murah Yu Sing" adalah buku yang topiknya agak jarang, mengingat buku ini ditulis dengan perspektif seorang arsitek, serta dengan sebuah keinginan untuk mengambil porsi yang banyak ditinggalkan arsitek dewasa ini, yaitu rumah murah untuk rakyat. Pandangan idealisme Yu Sing yang cenderung melawan arus dalam dunia praktek arsitektur yang seringkali mengutamakan arsitektur yang glamour, jelas terlihat melalui karya-karyanya yang mengutamakan desain tepat guna dengan fokus pada sisi ekonomis bangunan.

Saya berteman dengan Yu Sing dalam facebook, dan meskipun belum pernah bertemu sama sekali dengan beliau, saya sangat salut dengan pemikiran-pemikirannya yang cemerlang dalam praktek arsitektur. Tentunya banyak dari buku ini yang bisa kita petik pelajarannya. Kemarin saya minta ijin untuk membuat review buku Yu Sing, dan diiyakan... terimakasih mas Yu Sing.

Yu Sing book entitled "Cheap House Dream of Yu Sing" is a book with a rare topic, since this book was written with an architect's perspective, and with a desire to take a portion that many contemporary architects abandon, namely low-cost housing for the people. Sing's view is an idealism tends against the current vision in the world of architectural practice that often put a glamorous architecture, clearly visible through his works that gave priority to design appropriate to focus on the economic side of the building.

I am friends with Yu Sing in facebook, and although have never met at all with him, I really applaud the thoughts of his brilliant practice of architecture. Of course many things of these books can learn the lesson from. Yesterday I asked permission to make a book review Yu Sing, and he said yes ... thanks Yu Sing.





Bahasa lugas Yu Sing dalam bukunya seperti seorang arsitek yang sedang bicara tentang visi dan misi profesinya. Paparan Yu Sing dalam buku ini didasari oleh keinginan untuk mewujudkan perumahan murah bagi masyarakat, yang merupakan keinginan berdasarkan perenungan dan dedikasi arsitekturnya. Setiap karya arsitektur dalam buku ini didasari oleh situasi dan kondisi disekitar rancangan, misalnya konsep yang diajukan untuk sebuah proyek berdasarkan kondisi rumah atau lahan yang ada. Rancangan yang muncul, dalam setiap detailnya selalu memiliki alasannya sendiri. Bagaimana sebuah dinding kemudian muncul sebagai dinding yang dilapisi genteng kodok, misalnya. Atau bagaimana bisa muncul ide ruang bersama di bagian depan.

Yu Sing's straightforward language in his book is a reflection of an architect who was talking about the vision and mission of the profession. Yu Sing's exposure in this book are based on the desire to create cheap housing for the community, which is based on the desire and dedication to architecture. Every work of architecture in this book are based on the circumstances surrounding the design, such as the proposed concept for a project based on the condition of the house or land. The design that appears, in every detail always had his own reasons. How can a wall and then emerged as a tile-covered walls, for example. Or how can an idea shared space on the front.

Dibawah ini, preview buku Yu Sing. Sebagai preview, tidak semua halamannya bisa diakses. Buku ini bisa Anda dapatkan di toko-toko buku seperti Gramedia, Togamas, dan lain-lain. 


________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.