Showing posts with label pustaka buku rumah. Show all posts
Showing posts with label pustaka buku rumah. Show all posts

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]



astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 


Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.


Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 

Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan [buku]

astudioarchitect.com Rumah yang 'hijau' atau ramah lingkungan bermanfaat bagi penghuni dan juga lingkungan sekitar rumah. Seiring dengan berjalannya waktu rumah-rumah banyak yang didesain diatas lahan terbatas dan mungil. Konsep perancangan 'hijau' seringkali menjadi kendala mengingat tidak semua konsep bisa diterapkan dalam desain rumah mungil. Buku ini mengupas banyak tentang konsep rumah mungil yang 'hijau' dan merupakan konsep rancangan hasil sayembara. Ditulis oleh Imelda Akmal.



KUTIPAN: Mengapa Arsitektur Rumah Mungil Hijau?
Rumah mungil hijau adalah penerapan arsitektur hijau dalam hunian yang menempati lahan terbatas. Banyak ahli berpendapat, rumah mungil hijau adalah hunian masa depan yang sudah seharusnya diterapkan dimanapun di dunia, terutama di kota kota besar.

Tinggal di rumah mungil dalam beberapa sisi sangat menguntungkan. Tidak hanya karena harganya yang relatif lebih rendah, tapi juga karena biaya perawatannya yang cenderung lebih hemat dan sistem pengaturan serta pengawasannya yang lebih mudah.

Arsitektur Hijau?
Sederhananya, arsitektur hijau adalah perancangan dan pembangunan sebuah konstruksi dengan pendekatan desain dan metode yang seminimal mungkin memiliki dampak yang merugikan lingkungan. Karena itu, arsitektur hijau sering disebut arsitektur ramah lingkungan. 

sumber gambar: buku 31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan

Secara umum disepakati bahwa bangunan hijau merupakan struktur yang berlokasi, dirancang, dibangun, direnovasi, dan dioperasikan dengan efisien sehingga akan sesedikit mungkin merugikan lingkungan. Arsitektur hijau yang tidak akan meminimalisasi, namun memiliki sistem yang berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial sepanjang umur bangunan tersebut disebut arsitektur berkelanjutan atau sustainable architecture dan merupakan tujuan tertinggi dari konsep green architecture ini. 

Reduce, Reuse, Ricycle
Ada beberapa pendekatan untuk membangun sebuah bangunan hijau, yaitu yang biasa dikenal dengan tiga kata sederhana: reduce, reuse, dan ricycle. Sebenarnya ketiga hal ini sudah menjadi kebiasaan dasar seseorang yang peduli lingkungan.

Reduce. Bangunan hijau mengutamakan penggunaan material lokal yang dibiarkan alami atau dipoles dengan material ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon dan zat racun yang dihasilkan proses transportasi serta finishing. 

Bangunan hijau mengutamakan ventilasi yang baik dan pencahayaan yang optimal sehingga mengurangi pemakaian listrik. Bangunan hijau juga mengutamakan . efisiensi utilitas dan pemipaan, menghemat pemakaian air, terutama air tanah, dengan membuat banyak penghijauan dan memanfaatkan air hujan sebagai salah satu sumber airnya.

Reuse. Menggunakan ulang. Memakai kembali dan memperpanjang usia manfaat dari berbagai benda yang sudah dipakai. Ini dengan sendirinya mengurangi jumlah sampah dan limbah bangunan. Dalam kasus kasus renovasi, bangunan hijau akan memakai kembali secara optimal material dari bangunan lama seperti kusen, genteng, penutup lantai dan teralis.

Recycle. Mendaur ulang. Merupakan usaha penggunaan ulang barang atau bahan yang sudah digunakan dengan menambahkan bahan lain dan menggunakan teknologi sehingga menghasilkan suatu benda atau bahan yang baru untuk digunakan kembali. Bangunan hijau turut memperbarui energi dengan memanfaatkan teknologi panel surya yang memakai panas matahari sebagai sumber energinya - demikian juga energi air dan angin.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah Murah [buku]

astudioarchitect.com Memiliki rumah adalah kebutuhan yang cukup utama bagi setiap keluarga, meskipun demikian tidak semua mampu mewujudkan mimpi memiliki rumah. Pembangunan yang menelan biaya cukup banyak merupakan kendala yang biasa terjadi. Bagaimana cara membangun dengan biaya murah? Buku 'Rumah Murah' dari seri Rumah Ide ini mungkin bisa memberi beberapa gambaran umum, meskipun dalam preview ini tidak seluruhnya ditampilkan. 

Kutipan:

Struktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam anggaran biaya pembangunan rumah. Terkadang pembuatan struktur memakan 40-50% dari total biaya. Tentu saja hal ini perlu dicermati dalam upaya menekan biaya pembangunan. Sebaliknya, desain rumah disesuaikan dengan bentang dan bentuk struktur paling maksimal. Dengan demikian, penggunaan material bangunan tidak menyisakan banyak bahan.

Tips untuk Konstruksi hemat:
Ukuran rumah
Pastikan ukuran rumah Anda merupakan angka genap atau kelipatan angka panjang bahan material. Untuk baja, ukuran 3 meter, 6 meter, 9 meter adalah angka ideal. Untuk beton, kelipatan 4 meter merupakan angka yang efektif.

Bentuk Rumah.
Bentuk denah kotak atau persegi panjang jauh lebih murah dan efisien dibanding segitiga atau bentuk bersudut lainnya. Dari sisi material bangunan, bentuk melengkung biasanya menyisakan bahan material cukup banayk.

Lahan rumah.
Lokasi juga mempengaruhi besar biaya struktur dan konstruksi. Memilih lahan dengan kemiringan yang cukup curam akan menambah biaya perataan tanah.

________________________________________________ by Probo Hindarto© Copyright 2011 astudio Indonesia. All rights reserved.

Easy Green Living, cara mudah dari Valerina Daniel

astudioarchitect.com Valerina Daniel, seorang pembawa acara di salah satu Stasiun Televisi, menunjukkan pada kita banyak tips dari hal terkecil untuk turut mencegah pemanasan global [Global Warming] yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, suhu memanas, makin banyak sampah, dan sebagainya. Banyak aspek bisa dilakukan; misalnya menghemat listrik dan air. Bagaimana tips dari Valerina Daniel dalam membantu mencegah pemanasan global? 


Kutipan:


Membangun Rumah Hijau
Tidak sulit mewujudkan rumah hunian yang ‘hijau’. Cukup hadirkan bangunan tropis tapi hemat bahan (minimalis). Berikut tips- tips dan Nirwono Joga:
• Efisiensi lahan, volume bangunan, dan optimalisasi fungsi ruang dengan menyatukan beberapa ruangan dan fungsinya sekaligus, misalnya ruang tamu, wang duduk, dan ruang makan.
• Pintu dan jendela kaca dibuat lebar, dengan tujuan menyatukan ruang luas ke ruang dalam (atau sebaliknya), baik secara visual atau perluasan ruang guna menampung berbagai kegiatan.
• Lantai rumah dan plesteran semen agar terasa dingin di kaki dan nyaman diduduki.
• Ruangan berkonsep terbuka dengan sedikit sekat, kecuali area privasi (seperti kamar tidur dan kamar mandi).
• Dinding semen plesteran yang rapi memberi kesan dingin dan netral, dinding batu bata berwarna terakota akan menghangatkan suasana ruang luar dapur atau teras ruang keluarga. Ekspos batu bata yang polos (mudah menyerap air saat hujan), lumut yang tumbuh akan menambah eksotik bangunan dan kelembutan bangunan secara alami, selain sangat menghemat biaya cat atau wallpaper.
• Kamar mandi dibuat efisien, bersih, kering. Dapat dilengkapi dengan skylight (genteng fiberglass) untuk menghangatkan ruang. Ada ventilasi udara agar tidak lembap, tinggi pintu tidak penuh (udara dapat mengalir), lantai tidak licin (lantai keramik kasar, berukuran kecil-sedang), plafon tinggi (2,5—3 meter).
• Menghadirkan ruang-ruang hijau di luar, dalam, hingga di atas bangunan. Manfaatnya sebagai penghambat radiasi sinar matahari, menyegarkan pandangan mata, kestabilan suhu permukaan (dinding) beton, dan menghemat pemakaian AC.

Gagasan rumah hijau ini sudah lazim dilakukan di Jepang dan Jerman untuk memperbaiki kualitas Iingkungan kota dan menurunkan suhu kota. Tujuannya ialah untuk mendinginkan udara sekitar rumah, menyegarkan pikiran karena selalu melihat kesegaran alam, dan bisa difungsikan pula sebagai arena bermain anak-anak. Maka, peliharalah banyak tanaman di halaman rumah, balk berupa pepohonan, bunga, dan rumput.
Namun, jika lahan yang dimiliki terbatas, masih banyak cara yang bisa digunakan untuk ‘menghijaukan’ rumah, misalnya menanam dalam pot-pot, kaleng, atau tabung kaca yang disebut terarium. Pot-pot itu bisa diletakkan di teras rumah, di dalam, atau bahkan digantung-gantung di sekeliling rumah. Selain mempercantik penampilan rumah, keluarga di rumah bisa hidup lebih sehat, dan bumi semakin lestari. Medianya pun tak harus tanah, tapi bisa pasir, ijuk, serbuk gergaji, dan sebagainya, bergantung jenis tanamannya. Kalau tak mau repot menyiram tiap han, bisa memilih tanaman-tanaman yang hanya perlu disiram seminggu sekali, seperti kaktus. Semakin hijau, maka dunia akan semakin sejuk dan kita semakin sehat.



Baca sebagian buku Valerina Daniel dalam embed Google Books berikut:



  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

[buku tentang rumah] astudioarchitect.com 'Taman minimalis' merupakan sebutan untuk taman yang sesuai untuk gaya 'minimalis' yaitu gaya 'modern' yang berkembang di negeri kita. Taman ini mengetengahkan desain taman yang jernih, dengan material seperti batu alam, batu susun sirih, semen ekspos, dan sebagainya. Jenis taman untuk rumah 'minimalis' memang cukup spesifik dan tidak semua jenis dekorasi taman bisa berpadu dengan baik untuk jenis rumah ini. Dalam buku "40 Inspirasi Desain Taman Minimalis" karya Nirwono Joga dan Ita Puspitasari ini, dijelaskan tentang berbagai aspek desain taman untuk rumah bergaya minimalis.

Gambar atas: Cover buku "40 Inspirasi Desain Taman Minimalis"



Kutipan: Terdapat dua filosofi pada taman minimalis, yaitu filosofi minimalis barat dan timur. Filosofi barat yang cenderung rasional dan fungsional lebih menekankan pada fungsi sehingga setiap ruang yang berada di lahan dapat dimanfaatkan sebagai taman. Selain itu, ekspresi kejujuran dalam desain taman minimalis barat sangat dominan karena penggunaan material yang polos ataupun penggunaan elemen-elemen dekoratif yang minim. Filosofi minimalis barat memiliki tata ruang yang sederhana. Elemen keras memiliki bentuk-bentuk yang geometris tanpa ornamen. Material bahan pada elemen pun ditampilkan dengan jujur. Filosofi tersebut terlihat Iebih berani dan mempertegas konsep minimalls tersebut. Sementara itu, konsep taman minimalis timur dipengaruhi oleh paham Zen Budhisme, yaitu sebuah paham budha yang sangat filosofi. Filosofi timur memiliki nilai spiritual. Kesan jernih, polos, bening, dan hening dari konsep tersebut sehingga memberikan suasana tenang dan nyaman dalam ruang yang terbatas.

Gambar kiri: sumber dari buku 40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

Taman minmalis timur memiliki filosofi yang berperan sebagai penyelaras antara bangunan dan lingkungan sekitar. Kesan menyatu dan hanmonis di antara keduanya dapat dengan mudah tercipta. Selain itu, taman pun menjadi energi untuk terapi fisik dan spiritual bagi penggunanya.

Taman dengan konsep minimalis berfungsi sebagai pendukung terhadap penampilan arsitektur bangunannya. Taman merupakan elemen pelengkap untuk menonjolkan karakter bangunan. Selain itu, tanaman berfungsi sebagai elemen dekoratif bangunan sehingga kesan yang muncul antara bangunan dan taman dapat tampil serasi. Adanya taman pada rumah minimalis yang kaku dapat memperlunak penampilan bangunan yang bersifat keras. Karakter tanaman yang dimiliki adalah tanaman tidak tumbuh liar (wield). Tanaman harus memiliki kejelasan dalam bentuk, seperti tidak terlalu banyak daun, memiliki cabang yang kuat, dan berkarakter eksotis.

Biasanya tamari dengan karakter ni cenderung menggunakari jenis tanaman yang sama dalam jumlah masal atau satu sampai dengan dua tanaman. Tanaman tersebut ditempatkan di atas hamparan rumput hijau atau batu koral mulai dan warna hitam dan putih serta pasir sebagai ground cover. Hal ini menjadi salah satu ciri dan taman ini.

Tariaman ditempatkan pada pot-pot dengari bentuk yang sederhana. Penggunaan aksen pada tanaman dan elemen keras (hard scape) melalul warna diantara warna yang lembut seperti putih, abu, atau krem (natural) menambah eye catcher. Penggunaan elemen air dengan penataan kolam yang simpel atau dengan dinding yang dialiri air terjun pada taman memberikan kesan yang lebih alami, sejuk. dan menenangkan.

Taman minimalis hadir dalam wujud garis-garis vertikal dan horisontal yang bersih, bentuk-bentuk yang murni dan polos, berkarakter, dan berkualitas. Taman minimalis menghadirkan keheningan dan kesegaran untuk bermeditasi dan berelaksasi. Pencerahan melalui terapi psikis dan fisik penghuni dapat melalui taman yang dimilikinya.

Rumah bergaya minimalis akan terlihat semakin menawan jika dipadukan dengan taman bergaya minimalis pula. Kedua hal tersebut akan saling melengkapi dan dapat hadir sebagal visualisasi yang selaras dan serasi. Perpaduan tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan, terutama penghuni rumah. Lingkungan yang tercipta akan nyaman dan asri. Sementara energi positif dan perasaan tenang akan didapat penghuni rumah.
Taman minimalis memang paling cocok jika disandingkan dengan rumah minimalis sebagai solusi keterbatasan lahan, waktu, dan biaya.





 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bedah Rumah Orang Beken - Karya Eko Prawoto (buku)

astudioarchitect.com Rumah karya Eko Prawoto selalu memiliki ciri khas berupa kesan etnis yang dimunculkan oleh pemilihan material dan penggunaan material tersebut menjadi elemen bangunan. Eko Prawoto memiliki metode mendesain dan membangun yang 'agak berbeda' dari arsitek pada umumnya, setahu saya metodenya sangat intuitif dimana setiap bagian bangunan rumah (atau bangunan komersial) memiliki nilai, baik itu nilai seni, pertukangan, dan pemikiran. Bagian yang cukup personal, seperti bagaimana mengobrol dan bekerja dengan tukang, adalah salah satu perhatian, dimana 'untuk mendapatkan bangunan yang baik, maka semua orang yang terlibat sebaiknya bekerja dalam kondisi senang/ ikhlas', setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari berbagai informasi baik dari Eko Prawoto maupun orang lain yang membahas karyanya. Kadangkala, bila tukang melakukan kesalahan, maka tidak diminta mengganti atau dimarahi, tapi pekerjaan diteruskan, ditambahkan, dan sebagainya sehingga tukang merasa senang dengan pekerjaannya dan tidak merasa terintimidasi.


Sumber gambar atas: buku "Bedah Rumah Orang Beken" karya Artha Ariadina


Buku 'Bedah Rumah Orang Beken' karya Artha Ariadina ini saya pilihkan untuk memberi perspektif berbeda bagi Anda yang membangun rumah, dimana banyak aspek dari rancangan Eko Prawoto yang patut disimak menjadi media belajar kita tentang bangunan dan cara membangun. Buku ini hingga artikel ini ditulis sepertinya masih banyak beredar di pasaran.




________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Telah terbit: 2 buku Probo Hindarto "seri Hunian" - tema rumah indah - rumah mungil

astudioarchitect.com Dua buah buku Probo Hindarto baru saja terbit, puji syukur kepada Tuhan YME atas terbitnya dua buku ini, yaitu dua seri 'Hunian' yang membahas tentang berbagai aspek rumah, terutama menyangkut keindahan rumah dan bagaimana menata rumah, khususnya rumah di lahan terbatas. Dalam kedua seri ini, salah satunya membahas khusus tentang keindahan dan bagaimana merancang rumah yang indah, sedangkan yang satunya membahas tentang berbagai aspek rumah di lahan terbatas.



Diterbitkan melalui Penerbit Andi, buku ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin membangun rumah, dengan berbagai penjelasan dan contoh-contoh desain baik foto maupun desain grafis. Buku ini sudah tersedia terutama di jaringan toko Buku Gramedia, Toga Mas, Kharisma (mungkin), dan toko-toko buku dimana Anda bisa mendapatkan atau membeli buku dari penerbit Andi.

Dalam buku ini sebagian besar dibahas contoh-contoh dari desain real / proyek real sehingga apa yang terdapat dalam buku ini tentunya bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkesan berlebihan atau desain yang eksperimental. Saya mengharapkan untuk bisa menulis terus buku-buku tentang arsitektur dan rumah tinggal, untuk memberikan sumbangan bagi literatur arsitektur desain dan interior di Indonesia. Terimakasih, para pembaca astudio :)

Beli buku Probo Hindarto di toko Online:
Beli di BukuDiskon.com
Beli di KutuKutuBuku.com
Beli di Belbuk.com
Beli di AndiPublisher.com
Beli di Bookopedia.com
Beli di IniBuku.com
Beli di GramediaOnline.com



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang

astudioarchitect.com Sebuah rumah, seiring dengan waktu tentunya juga bisa mengalami kemunduran kualitas, kerusakan baik kecil maupun besar. Adakalanya kita memiliki waktu untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut, namun adakalanya kita tidak mengetahui bagaimana mengatasi kerusakan rumah tanpa tukang. Buku 'Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang' ini ditulis oleh Danang Kusjuliadi untuk membantu Anda dalam mengatasi kerusakan rumah dengan usaha sendiri (tanpa tukang), mungkin bisa menjadi aktivitas menarik bagi Anda di akhir pekan atau saat sedang ada waktu luang.




Kutipan: Kerusakan Ringan, Mudah Diperbaiki. Tidak semua kerusakan pada rumah diakibatkan oleh kesalahan konstruksi yang tentu saja rnembutuhkan penanganan yang cukup berat. Ada kalanya kerusakan rumah hanyalah berupa kerusakan-kerusakan ringan.Termasuk dalam kerusakan ringari dimulai dan yang berwujud keretakan sampai dengan yang berwujud kebocoran. Kerusakan-kerusakan ringan ini bisa terjadi di setiap bagian dalam rumah tinggal baik pada Iantai, dinding, penutup atap, serta beberapa lokasi yang lain.
o Kerusakan ringan pada lantai biasanya berwujud lepasnya keramik dan spesi (adukan semen sebagal perekat di bawahnya), rontoknya nat keramik, atau keramik yang kopong.
o Kerusakan ringan pada dinding biasanya berwujud dinding retak, dinding rembes, hingga plesteran dinding rontok.
o Kerusakan ringan pada atap blasanya berwujud kebocoran, balk pada penutup atap, nok/wuwungan, talang air, ban-banan, atau pun kebocoran pada dak beton.
o Kerusakan nngan pada plafon seperti plafon lepas, retak, atau berlubang,
o Kerusakari ringan pada cat seperti cat mengelupas, menggelembung, menjamur, ataupun belang-belang,
o Kerusakan ringan pada Instalasi air seperti kebocoran pada pipa, keran air, bak mandi, sampai dengan kasus mampetnya wastafel atau bak cuci.
o Kerusakan ringan pada pintu dan jendela biasanya berwujud pintu seret ketika dibuka, pintu/jendela berderit, atau kunci pintu rusak.
o Beberapa kerusakan ringan pada rumah tinggal di atas bisa muncul akibat beberapa faktor, antara lain
o faktor kondisi cuaca,
o kualitas bahan bangunan yang kurang baik,
o kesalahan pada saat pelaksanaan pembangunan rumah,
o kesalahan pada saat finishing.
Kerusakan-kerusakan ringan di atas termasuk kerusakan-kerusakan yang tergolong mudah untuk diperbaiki. Mengapa kerusakan-kerusakan tersebut mudah diperbaiki? Ada beberapa
alasan, di antaranya ialah
a tidak berhubungan dengan sistem struktur maupun konstruksi bangunan,
a volume kerusakan relatif kecil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu luas.
a bisa diatasi dengan cepat praktis. dan kuat.

Menjadi tukang di rumah sendiri tentunya bisa menjadi cara untuk memperkecil biaya dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dalam rumah kita. Simak bukunya dibawah ini (di blog astudioarchitect.com)




________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Feng Shui Rumah Tinggal Hoki

astudioarchitect.com Sebagai orang timur, tak jarang kita menemui (atau bahkan kita sendiri) menyukai saran-saran yang diberikan oleh ahli Feng Shui tentang rumah kita. Saran yang diberikan dipercaya bisa menghindarkan kita dari berbagai kesusahan, musibah, dan bisa membuat kita percaya diri dalam mengarungi hidup karena sudah sesuai dengan Feng Shui. Bila Anda menyukai dan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui, ada baiknya Anda membaca buku ini sebagai referensi Anda, buku berjudul "Feng Shui; Rumah Tinggal Hoki" yang ditulis oleh Koh Wang Hen Hau.


Kutipan: Pnnsip dan Bagian-bagian Terpenting Feng Shui Rumah Tinggal
Berikut mi diuraikan prinsip dasar dan bagian-bagian terpenting dan Feng Shui terhadap rurnah atau bangunan, sesual dong in garis besarnya, sehingga Anda bisa rnernperoleh gambaran yang Iebih jelas dan Iengkap.
1. Rumah yang dibangun di puncak gunung atau di mulut lembah, pengaruhnya buruk.
2. Rumah yang dibangun di sudut atau di persimpangan jalan, memiliki pengaruh yang sangat buruk.
3. Di bagian barat bangunan ada jalan raya, pengaruhnya sangat balk.
4. Di depan atau muka pintu tumbuh pohon besar, pengaruhnya buruk.
5. Di bagian barat bangunan atau rurnah turnbuh pohon, pengaruhnya sangat balk.
6. Putra putri pemilik rumah tinggal di bangunan lain, tapi masili termasuk ke dalani bidang tanah yang sama, pengaruhnya buruk.
7. Memperbaiki rumah yang dihuni wanita hamil, pengaruhnya bunik.
8. Tanah di bagian belakang lebih tinggi dari depan rumah, pengaruhnya baik.
9. Bila ada tanah bergelombang di timur laut dan barat daya dan bangunan atau rumah, pengaruhnya buruk.
10. Bila ada tanah lapang di selatan rumah atau bangunan pengaruhnya baik.
11. Bangunan atau rumah yang berbentuk segitiga, pengaruhnya buruk.
12. Membangun kamar yang besar di rumah yang sempit, pengaruhnya buruk.
13. Membangun gedung yang tinggi/bertingkat di tanah yang lembab atau bekas rawa, pengaruhnya buruk.
14. Menanam pohon yang cepat tinggi di halaman rumah, pengaruhnya buruk.
15. Menanam pohon dan meinbangun kolarn di ruang tengah, pengaruhnya buruk.
16. Halaman rumah penuh dengan batu koraL pengaruhnya buruk.
17. Saluran air got dan kontrolnya berada dalam bangunan, pengaruhnya huruk.
18. Tembok halaman yang terlampau tinggi, pengaruhnya buruk.
19. Tembok luar yang hampir menempel dengan rurnah, pengaruhnya buruk.
20. Sedikit orang menghuni rumah yang luas, pengaruhnya buruk.
21. Rumah kecil sederhana, dihuni banyak orang, pengaruhnya baik.




________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal / 74 Inspirations of Main Door for House

astudioarchitect.com Mirip dengan buku tentang gapura yang saya update di blog astudio tempo hari, ada pula buku yang mirip yang membahas tentang ragam pintu, judulnya adalah "74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal" yang ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini merupakan koleksi dari berbagai contoh pintu yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam mendesain pintu rumah. Memang mungkin merupakan bagian kecil dari rumah, tapi cukup penting bukan? Bila desain pintu tidak sesuai dengan tema rumah misalnya, maka keseluruhan tampilan rumah bisa menjadi 'korban' dari ketidak cocokan desainnya.

Similar to the books on astudio blog updated the other day, there is a similar books that discuss various doors, the title is "74 Inspirations of Main Door for House" written by Griya Kreasi Writing Team. This book is a collection of various examples of doors that can be your inspiration in designing a door. It may be a small part of the house, but it is important enough. If the door does not match the design with the theme of the house, for example, the overall facade of the house can be a 'victim' of the lack of a bad design.




Pintu utama rurnah tinggal memiliki model yang lebih bervariasi daripada pintu pintu lain di rumab. Variasi model ini terkait dengan tipe bukaan, bentuk, dan sistem bukaan yang digunakan.

Berdasarkan tipe bukaan, pintu utama lazimnya memiliki tiga alternatif, yaitu bukaan tunggal (single), bukaan ganda (double), dan bukaan majemuk. Bukaan ganda sendiri dibagi menjadi bukaan ganda sama lebar dan bukaan ganda beda lebar. Sementara bukaan majemuk biasanya terdapat pada pintu lipat yang memiliki lebih dan dua bukaan.



Berdasarkan bentuk: pintu utama lazimnya memiliki dua bentuk populer, yaitu bentuk persegi dan gabungan antara bentuk persegi dan kurva. Pada beberapa rumah ada pula yang menggunakan bentuk bentuk yang kurang lazim seperti bentuk bentuk kontemporer yang asimetris.

Berdasarkan sistem bukaan, pintu utama ada yang menggunakan model pintu ayun (swing door), pintu geser (sliding door), atau pintu lipat (folding door). Pemilihan model sistem bukaan ini ditentukan oleh besaran rumah/ruang tamu dan lebar bukaan pntu.

A main door has a more variable models than other doors in a house. Variations of this model associated with the type of openings, shape, and exposure system used.


Based on the type of opening, the main doors usually have three alternatives, namely a single exposure (single), double exposure (double), and multiple openings. Double Exposure itself is divided into multiple openings as wide and double openings wide difference. While there are multiple openings on the folding doors that have more and two openings.


Based on the form: the main door typically has two popular forms, the square shape and a combination of square shapes and curves. In some houses there is also the use of less common forms such as contemporary forms of asymmetry.


Based on exposure system, the main door there is a model swinging door (swing door), the sliding door (sliding door), or a folding door (folding door). The selection of this opening system model determined by the amount of house / living room and the wide openings.



________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Gapura untuk Rumah Tinggal / Gate for a House

[buku rumah] Sebuah gapura mungkin bukan merupakan kebutuhan mendasar dalam desain sebuah rumah. Gapura merupakan gerbang yang memberikan batas antara luar dan dalam, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki tampilan rumah. Tapi apakah yang terjadi bila kita tidak mendesain gapura dengan baik? Adakalanya gapura atau bagian dari pagar tersebut terlihat tidak serasi atau tidak mendukung tampilan rumah secara keseluruhan. Rupanya hal itu menjadi ide dasar dari penulis dan arsitek Aditya Wardhana untuk mengangkat topik ini sebagai topik buku yang menarik.

A gate may not be a fundamental requirement in a house design. A Gate provides the boundary between outside and inside, so can be a means to improve the look of the house. But what happens if we do not design the gate in the best way? Sometimes a gate or part of the fence is not suitable for the overall look of the house. Apparently it's a basic idea of the author and architect Aditya Wardhana to raise this topic as the topic of an interesting book.




KUTIPAN: Dalam buku:"Gapura untuk Rumah Tinggal", dikutip sebagai berikut: Gapura akan aman bagi yang melewatinya jika ukurannya memenuhi persyaratan untuk jenis alat transportasi yang melaluinya. Misalnya jalan yang dlperuntukkan hanya untuk lewat satu buah kendaraan mobil maka ukurannya jangan disesuaikan dengan ukuran sebuah mobil, tetapi diberi kelebihan minimal 0.5—1 m urituk lebar gerbang di sebelah kin dan kanan jalan dan 1— 2 m untuk tinggi gapura Jadi, apabila lebar standar sebuah mobil adalah 2,25 m maka lebar gapura sebaiknya 3,25 — 4.25 m. Oleh karena tinggi standar sebuah mobil adalah 2 m maka tinggi gapura sebaiknya 3—4 m.



Pada kenyataannya gapura sering menjadi korban vandalisme, hal itu merupakan ancaman besar bagi kelangsungan sebuah gapura. Sering terlihat gapura menjadi ajang corat-coret, baik menggunakan spidol ataupun cat semprot. Terkadang gapura menjadi mading dadakan yang isinya berbagai macam selebaran ikian yang ditempelkan secara sembarangan. Hal ini berbeda derigan sebuah gapura rumah atau kawasan lingkungan yang memang dibuat dengan biaya sponsor sebuah produk dan ditampilkan klan produk yang sudah dikonsep.

In the book: "Gapura (Gate) untuk Rumah Tinggal", was quoted as follows: Gate will be safe to past if it is eligible for which type of transportation to go through. For example if it is designed just to pass one car the size of vehicles not adapted to the size of a car, but given the advantages for at least 0.5-1 m wide gate on the right path and and 1 - 2 m high to the gate. So, if the standard width of a car is 2.25 m, gate width should be 3.25 - 4:25 m. Because of the high standards of a car is 2 m high then the gate should be 3-4 m.


In fact, often gate can be the victim of vandalism, it was a big threat for the survival of a gate. A gate often turned into graffiti scene, either using a marker or spray paint. Sometimes the gate can be a media for irresponsible people to turn into improperly stickers of leaflets attached. This is different with a gate house or neighborhood area that are designed with properly.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

'Bali Houses' book / buku 'Rumah-rumah Bali'

astudioarchitect.com Buku 'Bali Houses' adalah sebuah buku yang mengulas tentang desain rumah dengan gaya Bali. Ditulis oleh Gianni Francione, buku ini dilengkapi dengan banyak foto-foto inspiratif bagi Anda yang sedang membutuhkan inspirasi desain rumah atau villa gaya Bali yang sangat populer di seluruh dunia. Rumah atau villa bergaya Bali memang dianggap memiliki citarasa tinggi dengan gaya tropis, serta mampu menghadirkan nuansa menenangkan selayaknya sebuah resort.

Book 'Bali Houses' is a book review about home design with Balinese style. Written by Gianni Francione, this book comes with lots of inspirational pictures for those who need home design inspiration of Balinese style villas which is very popular around the world. Houses with Balinese style are considered to have high flavor of tropical style, and able to bring a sense of comfort like a resort.




Kutipan dari buku: Gaya gubuk beratap jerami dari masa lampau telah menjadi gaya rumah yang sangat digemari hari ini di pasaran perumahan. Di seluruh pulau (Bali), kolaborasi menarik antara teknik bangunan Bali dan visi kontemporer telah menghasilkan mimpi-rumah baru yang mengejutkan orisinalitasnya. Saat ini semakin banyak, tantangan dalam dualisme antara tradisi dan modernitas, bahan organik dan logam atau plastik. Komponen berteknologi tinggi dan aksesoris yang dibuat-oleh-tangan. Teknik manual dari konstruksi vernakular bisa duduk dengan kikuk di samping teknologi prefab, tapi tren ini masuk lebih dari luar Bali daripada dari dalam Bali sendiri. Dan dengan mengambil keuntungan dari beragamnya material bangunan di pulau ini, villa diciptakan dengan menyuarakan keindahan perjalanan di pulau ini. Kualitas adalah kata semboyan, Bali adalah kata kuncinya.

Buku ini menampilkan pilihan rumah-rumah pribadi, galeri seni dan restoran yang paling menggambarkan konsep baru 'tropis internasionalisme'. Struktur bangunan tentunya sudah terpisah dan melampaui tradisi warisan arsitektur Bali itu sendiri. Bahkan jika masih terdapat sentuhan kerajinan. Ada rumah dengan pengaruh Zen Jepang, ada juga rumah Batak Toba yang dipulihkan setelah 150-tahun dengan interior modern, villa baru yang lahir dari inspirasi kolonial Spanyol dalam kompleks yang sama dengan sebuah joglo abad ke-9.



Excerption from the book: Yesteryear’s thatched huts have become today’s highly marketable garden estates. All over the island, exciting collaborations between Balinese building techniques and contemporary vision have produced new dream-homes of startling originality. Increasingly, there is a challenging dualism between tradition and modernity, organic materials and metals or plastics. High-tech components and crafted-by-hand accessones. Manual tectiniques of vernacular construction could sit awkwardly beside pre-fab technology, but by tapping into trends from outside rather than from within Bali. And by taking advantage of the island’s plentiful materials, villas are created that speak volumes about the islands architectural journey. Quality is the catchword, Bali-based the buzzword.


This book showcases a selection of private houses, art galleries and restaurant that best illustrates this concept of new 'tropical internationalism’. The structures certainty exist apart from—and beyond—the traditional Balinese architectural legacy. Even if craft-based touches remain. There are homes with Japanese Zen influences, a restored 150-year-old Toba Batak house with a modem interior, a new villa born from Spanish colonial inspirations in the same compound as a I 9th-century Joglo.


________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menciptakan rumah sehat / Creating a Healthy House

astudioarchitect.com Keep a marshmallow warm with a fire - Buku karangan Andie A Wicaksono ini memaparkan berbagai faktor yang membentuk sebuah rumah sehat. Pembahasannya berkisar pada prinsip rumah sehat baik sebelum maupun sesudah dibangun. Tips-tipsnya dapat berguna bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana menjadikan ruang rumah kita menjadi lebih baik melalui langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan. Tidak hanya berkisar pada ruang dan bagaimana menyiasatinya, buku ini juga membahas bagian yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal kita.




A book written by this Andie A Wicaksono presents various factors to form a healthy home. Discussion around the principles of healthy house both before and after construction. The tips will be useful for those who want to know how to make our home better space through the simple steps that are easy to apply. Not only ranges in rooms and how to handle the problems, this book also discusses the larger part of our neighborhood.

Dalam buku:
Rumah sehat merupakan impian bagi semua orang. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dan hujan dan terik matahari, tetapi juga simbol status sosial bagi pemilik dan sumber inspirasi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami benar tentang arti rumah sehat. Mereka beranggapan bahwa rumah yang sehat cukup dipel, disapu, dan dilap. Buku mi mencoba memaparkan bagaimana mendefinisikan rumah sehat, baik secara psikologis maupun fisiologis. Sebagai contoh, ruangan yang bersih belum dikatakan sehat jika pengaturan perabot yang ada di dalamnya tidak sesuai fungsinya. Kondisi ini membuat penghuni rumah kurang nyaman beraktivitas dan banyak waktu terbuang sehingga tidak bisa dikatakan sehat secara psikologis.

Rumah sehat versi Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah
1) harus dapat terlindungi dan hujan, panas, dingin, dan berfungsi sebagai tempat istirahat,
2) mempunyai tempat-tempat untuk tidur, masak, mandi, mencuci, kakus, dan kamar mandi,
3) dapat melindungi penghuninya dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran,
4) bebas dari bahan bangunan yang berbahaya,
5) terbuat dari bahan bangunan yang kukuh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan, dan penyakit menular, serta
6) memberi rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi.

Kriteria rumah menurut Winslow di antaranya
1) dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,
2) dapat memenuhi kebutuhan psikologis,
3) dapat terhindar dari kecelakaan, dan
4) dapat terhindar dari penularan penyakit.

In the book:


Healthy home is a dream for all people. The house is not just a shelter of rain and sun, but also a symbol of social status for the owner and source of inspiration. However, most people do not understand the true meaning of a healthy home. They assumed that healthy homes are enough mopped, swept, and wipe. The book describes how to define a healthy home, both psychologically and physiologically. For example, a cleaned room is not healthy if the arrangement of furniture does not fit its function. These conditions make the household less comfortable and a lot of time wasted that could not be said psychologically healthy.




Healthy home version of the World Health Organization (WHO) is
1) must be protected from rain, heat, cold, and serve as a place of rest,
2) have a place for sleeping, cooking, bathing, washing, toilet, and bathroom,
3) protect the occupants from the dangers of environment and free from pollution,
4) free of hazardous materials,
5) made of sturdy materials and can protect the inhabitants from the earthquake, collapse, and infectious diseases, and
6) provide security and a harmonious neighborhood.




House according to the criteria of Winslow
1) can meet the physiological needs,
2) can meet the psychological needs,
3) can avoid the accident, and
4) can avoid disease transmission.





________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Cara praktis menghitung kebutuhan material

[buku rumah] astudioarchitect.com Buku "Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Material" merupakan panduan untuk menghitung bahan material bangunan sebelum membangun. Bagi orang awam, mereka yang akan membangun atau merenovasi serta para perencana bangunan bisa menggunakan buku ini sebagai referensi dalam menghitung kebutuhan material bangunan. Hal ini karena, membangun rumah secara lebih terencana secara finansial tentunya akan lebih baik daripada tidak.

Bila Anda bekerja membangun rumah sendiri tanpa bantuan perencana, buku yang dikarang oleh Gatut Susanta dan Danang Kusjuliadi ini bisa Anda baca dahulu untuk mendapatkan gambaran cara menghitung material. Namun, cara yang lebih praktis adalah dengan menyewa jasa perencana bangunan yaitu Arsitek, Ahli Sipil, Ahli mekanikal elektrikal, dan sebagainya. Dari para ahli ini, kita mendapatkan lebih banyak hal karena pengetahuan mereka tentang bahan dan bangunan juga lebih baik lewat berbagai pengalaman. Berikut ini kutipan dari tujuan mengapa bangunan harus dihitung dahulu materialnya:

Kutipan: Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. Ada yang baru dipasang dinding, tetapi belum diberi atap, ada yang sudah diberi atap tetapi belum diplester, dan lain-lain. Salah satu penyebab terbengkalainya bangunan rumah karena perencanaan yang kurang matang baik dan segi gambar rumah, biaya yang tersedia, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut salah satunya memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan, kebutuhan bahan bangunan berikut harganya. Dengan begitu kita dapat merencanakan kemampuan biaya untuk dapat menyelesaikan bangunan sesuai dengan rencana dan anggaran yang tersedia.

Tujuan yang didapat bila kita menguasal perhitungan volume bangunan adalah
sebagai berikut
1) Dapat diketahui kebutuhan bahan yang diperlukan.
2) Dapat diperoleh anggaran blaya kebutuhan bahan dengan menambah anggaran upah yang rata-rata 30% dan anggaran bahan.
3) Dapat diatur skala prioritas pekerjaan, walaupun anggaran terbatas.
4) Dapat dihindari kenakalan atau penipuan yang dilakukan oleh pekerja atau tukang.

Bila Anda tertarik, bisa dicari di toko-toko buku atau dengan klik 'buy this book'.



________________________________________________

by Probo Hindarto


ENGLISH VERSION: Counting material needs for building  a home

The book"Practical way of Calculating Building Material Needs" is a guide for calculating building materials before you build. For ordinary people, those who will build or renovate buildings and planners can use this book as a reference in calculating building materials needs. This is because, to build more homes planned will certainly financially better than nothing.

When you work to build their own homes without the help of planners, a book authored by Gatut Susanta and Danang Kusjuliadi can you read first to get an idea of how to calculate the material. However, a more practical way is to hire the architect of the building planners, Expert Civil, electrical mechanical expert, and so on. Of these experts, we get more things because of their knowledge of building materials and also better through various experiences. The following excerpt from the purpose of why the building materials should be calculated first:

    Excerpt: Often found an abandoned building and was not resolved. There are newly installed wall, but have not been given a roof, a roof that had been given but not plastered, and others. One cause of building homes because terbengkalainya planning and less mature in terms of both the houses, the cost of available, materials used, and so forth. To anticipate these events one to understand the things associated with home building, such as how to calculate the volume of the building, needs the following construction materials prices. That way we can plan the ability to complete cost of the building in accordance with the plans and the budget available.


    Destination obtained when we calculate the volume of the building menguasal is

    following

    1) Can be known to the necessary material needs.

    2) Can be obtained blaya budget needs to increase the budget materials that wages an average of 30% and the materials budget.

    3) Can set the scale of priorities of work, although a limited budget.

    4) Can be avoided delinquency or fraud committed by workers or artisans.


If you are interested, can be found in bookstores or by clicking 'buy this book'.

________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Gaya dan Tema Rumah Mungil

[buku interior] astudioarchitect.com Seingat saya, buku ini sudah beberapa tahun lalu terbitnya, namun isinya masih cukup menarik untuk dibaca kembali. Membahas tentang arsitektur rumah mungil dan bagaimana menatanya. Seri "Menata Rumah" adalah karya Imelda Akmal yang merupakan buku-buku dengan genre baru interior design pada tahun-tahun awal 2000an. Penataan rumah mungil sebaiknya dibuat berdasarkan tema yang jelas, mengingat kadang rumah mungil 'lupa' untuk didesain juga dengan terencana dari segi interiornya.

Berbagai tips dan trik desain interior dihadirkan untuk rumah-rumah mungil ini, yang sebagian besar merupakan contoh rumah di perumahan. Tentunya sesuai bagi Anda yang baru saja membeli rumah di perumahan. Terdapat berbagai denah rumah dan tampilan rumah mungil dengan inspirasi desain interior yang menawan. Inspirasi desain interior ini mencakup penataan dan pemilihan furniture, dekorasi, aplikasi wallpaper dan cat pada dinding, warna dinding dan hal-hal lainnya sesuai dengan tema ruangan.

Preview buku ini bisa Anda baca pada boks dibawah ini. Bila Anda tertarik untuk memilikinya, coba klik 'buy this book' untuk melihat apakah ada stok buku atau tidak. Selamat membaca :)



________________________________________________

by Probo Hindarto


ENGLISH VERSION:  Style and Theme of small houses

As I recall, this book has a few years ago the publication, but it is still quite interesting to read again. Discuss the architecture of small houses and how to arrange. Series "Organizing House" is the work that is Imelda Akmal books with a new genre of interior design in the early years of 2000s. Structuring small house should be made based on a clear theme, given the small house sometimes 'forgot' to the plan also is designed in terms of interior.

Various tips and tricks are presented for the interior design houses this small, most of which are examples of homes in the housing. Of course suitable for you who just bought a house on the estate. There are a variety of house plans and view the little house with interior design inspiration charming. Inspiration interior design includes the arrangement and selection of furniture, decorations, wallpaper and paint application on walls, wall colors and other matters in accordance with the theme of the room.

________________________
By Probo Hindarto


© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

30 Desain Kolam Hias

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Hari Minggu, adalah hari keluarga, adakalanya dipakai untuk mengurus rumah, misalnya menguras kolam ikan, yang tentunya merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan. Rumah dengan unsur-unsur pendukungnya, seperti adanya taman hias, atau kolam ikan, atau bahkan kolam renang, merupakan bagian dari gaya hidup saat ini, karena faktor keinginan untuk lebih dekat dengan alam. Suasana yang dibawa oleh adanya taman dan kolam hias merupakan pembawa kesejukan sekaligus sarana refreshing bagi penghuninya.

Buku "30 Desain Kolam Hias" ini mengulas tentang berbagai desain kolam hias, dengan berbagai aspek desain yang berkenaan dengan kolam hias, misalnya bagaimana menempatkan, desain, serta perawatannya. Ditulis oleh Soegianto dan NS Budiana. Dilengkapi dengan banyak foto yang melukiskan berbagai desain kolam hias.

Kutipan:

Dalam konsep interior dan eksterior rumah terdapat tiga cara menghadirkan unsur air, yaitu membuat air terjun, air mancur, dan kolam air, atau kombinasi ketiga-tiganya. Air terjun dapat dihadirkan dengan cara ‘ditempeIkan' di dinding dan dibuatkan kolam ikan di bawahnya. Sementara air mancur Iebih diterapkan pada rumah mungil yang memiliki lahan sisa tidak terlalu banyak. tetapi tidak tertutup kemungkinan dapat digunakan untuk rumah yang memiliki lahan cukup luas. Adanya kolam hias pun dapat menambah keanggunan rumah dengan bentuk dan desainnya.

Kolam hias merupakan salah satu elemen yang membuat penampilan taman lebih indah. Keberadaannya cukup penting, apalagi saat ini sedang trend gaya hidup kembali ke alam (back to nature). Dahulu, secara fungsional kolam hanya difungsikan sebagai tempat memelihara ikan. Namun. saat ini kolam secara estetika lebih menonjolkan keindahannya. Hal ini terlihat dengan semakin beragamnya desain kolam dan elemen pelengkapnya.

Biasanya desain kolam hias disesuaikan dengan bangunan rumah. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian dalam memilih desain dan material kolam. Misalnya kolam berdinding batu alam (wall pond) yang berada di halaman depan rumah ditujukan untuk menyambut kedatangan tamu. Sementara kolam besar dengan ornamen batu gunung dan tebing di belakang rumah diperuntukkan sebagai sarana relaksasi bagi si pemilik rumah.  Apa pun desainnya, adanya kolam hias harus menjadi sudut pandang bagi tamu atau penghuninya. Oleh karena itu, desain kolam harus serasi dengan tanaman dan hiasan lainnya (ornamen) sehingga tampak lebih asri.

Bila Anda tertarik, Anda bisa membelinya dengan klik "Buy this Book"



________________________________________________

by Probo Hindarto



ENGLISH VERSION:

Sunday is family day, sometimes used to manage at home, such as fish ponds drain, which of course is a pleasant enough activity. The house with its supporting elements, such as a garden ornamental, or fish ponds, or even a swimming pool, a part of this lifestyle, because of the desire to be closer to nature. The atmosphere is carried by the garden and ornamental pond is host refreshing coolness as well as facilities for the occupants.


The book "Ornamental Pond Design 30" is reviewed on various ornamental pond design, with various design aspects related to the ornamental pond, such as how to place, design, and maintenance. Written by Soegianto and NS Budiana. Equipped with lots of photos depicting various ornamental pond design.


Excerpt:


    In the concept of home interior and exterior are three ways to bring the water element, which is made waterfalls, fountains, and pools of water, or a combination of all three. Waterfalls can be presented in a way 'ditempeIkan' on the wall and made a fish pond below. While the fountain Iebih applied to a small house with the remaining land is not too much. but not closed the possibility can be used to house a wide area. The existence of any ornamental pond can add to the elegance of the house with shapes and designs.


    Ornamental pond is one of the elements that make the garden look more beautiful. Its existence is important enough, especially when it was a lifestyle trend back to nature (back to nature). Previously, the functional pool functioned only as a place to fish. Yet. the current pool is more aesthetically highlight its beauty. This can be seen with the more diverse the pool design and complementary elements.


    Usually ornamental pond design tailored to the building. Therefore, carefulness is needed in choosing a pool design and materials. Eg natural stone pond (pond wall) located in the front yard is intended to welcome visitors. While a large pond with stone ornaments and climbing the mountain behind the house intended as a means of relaxation for the owner of the house. Whatever the design, the ornamental pond should be the point of view for the guests or occupants. Therefore, the design of the pond must be matched with plants and other decoration (ornaments), so look more beautiful.


_____________________________________

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Mewujudkan Rumah Idaman - Melalui KPR

[buku rumah] astudioarchitect.com Membeli rumah atau tanah barangkali adalah keinginan setiap keluarga, dan untuk memiliki sebuah rumah idaman, terkadang tidak semudah yang kita bayangkan. Faktornya banyak, selain karena tidak adanya dana, terkadang kita merasa takut untuk membeli karena kuatir tidak bisa membayar cicilannya. Menurut para ahli, sebaiknya kita justru tidak usah takut membeli secara KPR, karena justru lebih aman. Nah, bagaimana kiat dan trik untuk membeli property secara KPR? Simak di buku pilihan saya ini.

Dalam buku "Mewujudkan Rumah Idaman" karangan Mike Rini, dijelaskan berbagai hal menyangkut memiliki rumah dengan KPR, serta berbagai aspek yang melingkupinya seperti pertimbangan untuk membeli atau menyewa, persiapan dan pengajuan KPR ke Bank, dan tips triknya seperti mengapa KPR jangka panjang lebih menguntungkan, atau strategi menawar KPR.

Kutipan:

Masih ingatkah Anda saat pertama kali melamar kerja? Agar bisa diterima di
perusahaan yang diinginkan, Anda membuat CV (Curriculum Vitae) sebagus mungkin. Anda bercerita tentang pengalaman berorganisasi, pengalaman kerja, keahlian Anda dan bagaimana semua potensi Anda tersebut bisa sangat berguna untuk perusahaan. Nah. Mengajukan permohonan KPR ke bank hampir mirip dengan melamar pekerjaan. Pada proposal pengajuan kredit bank, bukan laporan nilai Anda yang diperhatikan tetapi laporan keuangan. Dan laporan keuangan tersebut bank akan menganalisa kondisi keuangan Anda. Seberapa pun bagusnya nilai rapot Anda di sekolah, jika nilai laporan keuangan Anda tidak bagus, jangan harap bisa dapat KPR.

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah dengan cara mengkredit, maka saatnyalah untuk mempersiapkan pengajuan pinjaman Anda ke bank Dan data-data keuangan Anda seperti salinan rekening tabungan atau giro, atau slip gaji dan perusahaan tempat Anda bekerja maka Bank akan menganalisa kondisi keuangan Anda. Oleh karena itu, “memperbaiki penampilan” mulai dari rekening Anda di bank sampai dengan kelengkapan data-data pendukung lainnya sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari (6 atau 3 bulan sebelumnya).

Anda bisa jadi meminjam terlalu banyak, atau mempersiapkan dana yang tidak cukup. Anda bisa saja salah langkah dalam mengambil jangka waktu kredit atau salah menilai kemampuan kredit Anda sendiri. Tidak heran kalau begitu banyak kendala yang terjadi dalam proses KPR ini. Menyadari bahwa dengan mengambil KPR Anda mungkin mengambil utang terbesar dalam hidup Anda tidaklah cukup. Anda juga harus berhadapan dengan birokrasi dan administrasi yang panjang, serta biaya-biaya yang menguras isi kantong. Dan mulai perhitungan bunga sampai asuransi yang benar-benar memusingkan. Tidak terkecuali apakah dia professor sampai pekerja bangunan, kebanyakan orang tidak memahami proses KPR. Dalam proses yang cukup panjang dan ruwet ini menyebabkan kita mudah melakukan berbagai kesalahan. Sehingga jalannya pengajuan kredit Anda tidak berjalan mulus.

Bagi Anda yang ingin membeli rumah dan berniat mengetahui berbagai aspek dalam penajuan KPR yang ditulis oleh seorang perencana keuangan, buku ini bisa membantu Anda. Bisa dibeli melalui "Buy this book"



________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Kreasi Unik Batu Alam

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Banyak orang berminat untuk menggunakan batu ekspos untuk menghiasi rumah, apakah itu pada tampilan facade rumah, pagar, dinding, maupun dalam desain interior. Memang, batu memiliki keindahan tersendiri, misalnya seperti batu paras, batu palimanan, batu candi, dan sebagainya. Suasana segar yang terasa begitu kita menginjakkan kaki dalam bangunan yang memiliki batu ekspos terkadang dapat membuat kita merasa disejukkan oleh suasananya yang dingin.

Batu alam yang segar
Buku yang ditulis oleh Solehuddin ini menampilkan banyak referensi bentuk batu ekspos yang unik dan dapat menjadi referensi kita saat akan membangun atau merenovasi bagian rumah kita. Dengan dilengkapi foto-foto yang menarik, buku ini tampil menjadi galeri dinding dan rumah dengan batu ekspos yang menawan.

Batu ekspos memang sudah sangat populer saat ini, sejarahnya tentunya juga dimulai dari sejarah negeri kita yang kaya peninggalan bangunan dari batu, yaitu candi-candi. Jadi menggunakan batu ekspos untuk melengkapi rasa cinta tanah air adalah sebuah cara untuk melestarikan sejarah jaman batu di negeri kita.

Kutipan:

Batu alam ekspos untuk interior bangunan
Semua jenis batu alam dapat diaplikasikan untuk interior rumah, baik dinding, lantai, dan lain-lain. Namun, khusus untuk kamar mandi disarankan menggunakan batu alam yang tidak menyerap air. Jika mudah menyerap air, batu alam tersebut akan mudah juga kotor, berlumut, dan berjamur. Selain itu, penggunaan batu alam berpori sangat sulit dibersihkan. Kalaupun dipaksakan, lama-kelamaan permukaannya akan terkikis.

Penggunaan batu alam untuk interior rumah biasanya berfungsi sebagai pembeda, penyeimbang, penyejuk, dan pelunak ruangan yang terkesan monoton. Jarang ruang interior yang full menggunakan batu alam. Selain terlihat sumpek, ada beberapa jenis batu alam yang dapat menyedot debu misalkan batu candi.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan inspirasi bagaimana menggunakan batu ekspos agar tidak terasa kurang pas dengan desain rumah Anda, Anda bisa memiliki buku ini dengan klik 'buy this book'.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.




Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.




ENGLISH VERSION: Exposed Natural stone Creativity




Many people like to use stones to decorate the home by exposing the stone, whether it's on the house facade, fence, wall, or in interior design. Indeed, the stone has its own beauty, such as sandstone, stone Palimanan, black temple stone, and so on. The atmosphere created can be so fresh that if we set foot in a building which has exposed stone can sometimes make us feel refreshed by the cold atmosphere.


Fresh natural stone

Books written by Solehuddin view multiple reference for stone form a unique exposure and may become our reference when it comes to building or renovating a part of our house. Featuring interesting photographs, this book appears to be the gallery of walls and stone for houses.

Exposed Stone wall is already very popular today, its history must also start from the history of our country's rich heritage of stone buildings, like temples ie. We can use stone to make our home beautiful and a way to preserve the history of the stone era in our country.


Excerpt:


Exposed natural stone for interior

All types of natural stone can be applied to the interior of the house, whether wall, floor, and others. However, for the bathroom is recommended to use natural stone that does not absorb water. If easily absorb water, natural stone will be easily too dirty, moldy, and mildew. In addition, the use of porous natural stone is very difficult to clean. Sometimes, over time will erode the surface.


The use of natural stone for interior house usually serves as a differentiator, balance, conditioning, and softeners are impressed monotonous room. Rarely full interior space using natural stone. Apart from looking cramped, there are several types of natural stone that can be vacuumed for example stone temples.


For those of you who want to get inspiration on how to use the rock was exposed to not quite fit with the design of your home, you can have this book by clicking 'buy this book'.




________________________________________________


by Probo Hindarto


© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.




Disclaimer:

Preview this book is provided by Google Books. Purpose of displaying in this blog is to help authors and publishers market their books. Astudio not scan or create derivative files from the book in question.