Showing posts with label furniture. Show all posts
Showing posts with label furniture. Show all posts

5 model furniture terinspirasi pohon

astudioarchitect.com Furniture yang terinspirasi oleh pohon-pohonan ini cukup menarik, karena menampilkan geometri yang cenderung tak teratur dari pohon, misalnya seperti kursi dengan cabang pohon yang lucu dan unik ini yang didesain oleh Christian Vivanco http://christianvivanco.com/furniture/chuun-chair/


http://inhabitat.com/april-hannahs-tree-table-kids-furniture-grows-in-bklyn/

Meja dan kursi yang bentuk kaki-kakinya mirip seperti pohon dengan cabang-cabangnya. Penampilan masih terlihat modern. 


http://www.slmetalworks.com/beds_a.html

Sebuah tempat tidur dengan tiang dan kaki yang mirip pohon, dibuat dari rangka metal.


http://abduzeedo.com/coolcreative-furniture-design

Rak buku yang dibuat dengan bentuk seperti abstrak pohon.


http://www.lostateminor.com/2010/11/19/tree-coat-stand-by-wedid-id/

Raincoat stand yang dibuat mirip pohon. 


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Gebyok, elemen partisi yang menarik / Gebyok as interesting partition

astudioarchitect.com 1. Apakah Gebyok itu? Gebyok adalah semacam partisi khas jawa yang digunakan untuk sekat antar ruang. Gebyok biasanya memiliki ukiran khas jawa dan dibuat dari kayu bermutu tinggi seperti kayu jati. Kualitas gebyok dikatakan baik atau tidak tergantung pada jenis kayu yang digunakan, tingkat kerumitan ukiran atau ornamen dekorasinya serta ukuran gebyok. Daya tarik gebyok terutama ditentukan oleh keindahan detail ukirannya , partisi ini memang khas dan memiliki nilai estetika yang tinggi karena sangat unik dan tidak bisa ditemukan ditempat lain, selain dari pulau jawa (bila ada yang diproduksi di luar negri mungkin namanya lain atau menjiplak hasil budaya kita).

Gebyok is a typical partition from the island of Java that is used between rooms. Gebyok usually have a typical java and carvings made of high quality wood like teak. Gebyok quality is quite good or not depends on the type of wood used, the complexities of the decorations and carvings or ornaments gebyok size. Gebyok attractiveness is largely determined by the beauty of the carved details, this partitioning is unique and has a high aesthetic value because it is very unique and can not be found elsewhere, apart from Java island (if any are produced outside the country may be another name or trace our culture results ).



Penataan atau aplikasi Gebyok dalam sebuah ruangan

Aplikasi gebyok dalam umumnya sebagai partisi, namun adapulah yang menggunakannya sebagai pintu untuk masuk dalam rumah bahkan adapulah yang memajangnya sebagai gerbang masuk rumah terintegrasi dengan pagar rumah itu sendiri. Hal ini karena kayu yang dipakai untuk gebyok biasanya merupakan jenis kayu yang kuat awet dan tahan cuaca. Fungsi gebyok sebenarnya sebagai partisi yang biasanya memiliki pintu meskipun saat ini gebyok juga diproduksi oleh pengrajin sebagai partisi murni maupun sebagai elemen dinding karena makin diminati gebyok diproduksi dalam berbagai fungsi sehingga peran gebyok makin melebar ke berbagai fungsi. Aplikasi gebyok saat inij juga semakin melebar gebyok tidak lagi menjadi elemen yang terlalu kaku ukurannya seperti dalam rumah-rumah adat jawa, tapi gebyok juga dapat dipesan dengan ukuran ataupun fungsi tertentu seperti gebyok dengna ukuran pintu berapapun yang diinginkan.

Memilih furnitur yang tepat untuk disandingkan dengan gebyok

Karena sifat dari ornamen gebyok yang tradisional (jawa) maka gebyok sangat sesuai untuk ditempatkan pada rumah bergaya etnik yang dapat menggunakan unsur kayu, saya juga mendapati gebyok bersanding dengan baik dalam rumah bergaya etnik lain seperti rumah adat dari daerah kalimantan atau rumah bergaya tradisional china, furniture yang bisa disandingkan antara lain : furniture kayu dengan tekstur kayu yang dipertahankan.

Kesesuaian dengan furniture atau elemen lain

Kesesuaian gebyok memang baik disandingkan furniture berbahan kayu baik berornamen atau tidak, namun bisa juga dipadankan dengan furniture berbahan besi dengan unsur ukiran atau dekorasi hiasan sulur, saya juga mendapati rumah yang sangat modern tiba-tiba memiliki unsur gebyok sebagai aksen yang ingin ditonjolkan dalam interior modern. Ini disebut mengkontraskan antara desain tradisional dengan modern. Tidak hanya untuk rumah etnik, gebyok bisa digunakan dengan baik dalam rumah-rumah yang banyak ornamennya, misalnya gaya klasik atau mediterania, karena masih nyambung.

How is it used?

Gebyok applications in general as a partition, but adapulah who use it as a door to enter the house even adapulah the display as a home gateway is integrated with the fence itself. This is because the wood used for gebyok usually a strong type of wood and durable weatherproof. Gebyok actually function as a partition which usually has a door although currently gebyok also produced by the craftsmen as well as pure partition wall elements have become increasingly attractive because gebyok produced in a variety of functions so that the role gebyok increasingly widened to various functions. Gebyok applications while also widening gebyok inij no longer a rigid element size as in traditional Javanese houses, but gebyok can also be ordered with a specific function such as size or gebyok dengna door regardless of the desired size.

How do I choose the right furniture

Due to the nature of the traditional ornaments gebyok (java) then gebyok very suitable to be placed on ethnic style house that can use the wood element, I also found gebyok biting well in other ethnic style house like a traditional house of kalimantan or traditional style house china, furniture that can be juxtaposed include: wood furniture with the wood texture is maintained.

What is suitable for this kind of partition?

Suitability is good gebyok juxtaposed both ornate wood furniture or not, but could also fitted with furniture made of iron with elements of spiral ornament carving or decorating, I also found a very modern house suddenly has gebyok as accent elements who want to find in a modern interior . This is called the contrasts between traditional and modern designs. Not only for housing ethnic, gebyok can be used successfully in the houses of many ornaments, such as classical or Mediterranean style, because they still connect.

Gambar-gambar Gebyok dalam Google search


Bagaimana membuat ruangan menjadi lebih menarik saat penghuni menerapkan gebyok sebagai Partisi?

Gebyok itu sendiri adalah elemen interior yang sangat menarik karena ornamen hiasan yang dimilikinya. Gebyok sebagai partisi bisa menjadi penghalang pandangan dan penyekat ruang yang transparan, keseluruhan warna dinding sebaiknya disesuaikan dengan warna dasar kayu, seperti pemakaian warna terakota dan krem. Warna-warna netral juga bisa digunakan misalnya putih, abu-abu, hitam maupun warna-warna batuan sesuaikan perabot lain dengan unsur warna tersebut atau unsur dekorasi berupa hiasan dan ukiran lainnya.

Dinding Gebyok

Untuk menggunakan gebyok sebenarnya kita tidak perlu berpikir terlalu banyak, karena gebyok bisa dibeli dalam bentuk jadi atau dipesan sesuai keinginan. Teknik finishingnya bisa bermacam-macam baik dibiarkan tanpa finishing, diplitur, maupun dicat dengan jenis cat tertentu yang tradisional, seperti merah , kuning, hijau (tapi biasanya warna cat tidak digunakan terlalu banyak). Gebyok yang baik biasanya menampilkan warna kayu karena justru disitulah letak keindahannya.

Teknik finishingnya bisa bermacam-macam baik dibiarkan tanpa finishing, diplitur, maupun dicat dengan jenis cat tertentu yang tradisional, seperti merah , kuning, hijau (tapi biasanya warna cat tidak digunakan terlalu banyak). Gebyok yang baik biasanya menampilkan warna kayu karena justru disitulah letak keindahannya. Gebyok menambah keindahan estetika rumah, karena sifatnya yang dekoratif dan melingkupi area partisi atau dinding yang cukup luas. Suatu gebyok ditempatkan dalam satu ruangan dan langsung merubah atau menambah keindahan ruang tersebut.

Untuk merawat gebyok karena gebyok biasanya ditempatkan dalam ruangan sebenarnya tidak terlalu sulit karena mirip dengan perabot lain dari unsur kayu biasanya cukup dilap dengan kain lembgut atau memakai kemoceng. Khusus untuk gebyok yang ditempatkan diluar perawatan berkala adalah pembersihan rutin dan melapisi ulang dengan politur.

How to make the room more interesting with gebyok

Gebyok itself is a very interesting interior elements for its ornamental decoration. Gebyok as can be a barrier partition views and partitioned space that is transparent, the overall color of the wall should be adjusted to the basic color of wood, such as the use of terracotta and beige color. Neutral colors can also be used such as white, gray, black or adjust the colors of rock with elements of other furniture colors or decorative element in the form of carvings and other decorations.

Gebyok as wall

To use gebyok we actually do not have to think too much, because gebyok can be bought in the form of finished or arranged as desired. Finishing techniques can vary both left without finishing, diplitur, or painted with a certain type of traditional paint, such as red, yellow, green (but usually the color of the paint is not used too much). Usually show good gebyok wood color because it is where lies its beauty.

Finishing techniques can vary both left without finishing, diplitur, or painted with a certain type of traditional paint, such as red, yellow, green (but usually the color of the paint is not used too much). Usually show good gebyok wood color because it is where lies its beauty. Gebyok add aesthetic beauty of the house, because of its decorative and partitions or walls enclosing an area large enough. A gebyok placed in a room and instantly alter or add to the beauty of the space.

To treat gebyok because gebyok usually placed in the room was not too difficult, because similar to other furniture from the wood element is usually pretty wiped with soft fabric or using a feather duster. Especially for gebyok placed outside of regular maintenance is routine cleaning and repave with camphor.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Konsep Green Design untuk Furniture masa depan

built-in media cabinetastudioarchitect.com Konsep green design adalah topik yang sangat menarik untuk dibicarakan, karena tuntutan jaman semakin membuka mata kita akan pentingnya melestarikan alam dan sumber daya yang makin menipis. Tidak terkecuali dalam dunia desain furniture dan interior. Terutama karena Indonesia berada di daerah khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari, sumber daya alam dan hasil bumi yang melimpah. Sumber daya alam seperti kayu, bambu dan rotan menghasilkan beragam furniture yang sangat menarik khas daerah khatulistiwa.
Bahan furniture yang didapat dari daerah tropis sangat terkenal diseluruh belahan dunia, dimana ekspor material furniture seperti rotan, baik dalam bentuk jadi maupun mentahnya, adalah andalan sumber devisa.




Green design concept is a very interesting topic to be discussed, because the demands of time getting open our eyes to the importance of preserving nature and the resources diminishing. No exception in the world of furniture and interior design. Especially because Indonesia was in the equatorial region is rich in sunshine, natural resources and abundant crops. Natural resources such as wood, bamboo and rattan furniture that produces a variety of very interesting characteristic equatorial regions.


Desain furniture seperti bed atau tempat tidur misalnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh desain dalam ruang-ruang rumah. Bila dalam konsep green design kita mengenal konsep ruang hemat energi dan tropis untuk diimplementasikan dalam desain, kita juga mengenal desain furniture yang 'green' pula. Bila kedua konsep, yaitu konsep 'mikro' dalam bahan pembuat furniture, dan konsep 'makro' dalam desain ruangan digabungkan, kita akan mendapatkan konsep desain interior yang 'green' dan berwawasan lingkungan.

my room

Dewasa ini, furniture dengan label 'eco-label' atau produk berwawasan lingkungan termasuk produk yang banyak dicari. Tampaknya kesadaran akan dampak lingkungan akibat industri furniture sudah sangat meningkat di mata konsumen. Konsumen tidak lagi melihat jenis furniture berdasarkan bentuk, nilai estetika atau harganya saja. Konsumen juga melihat nilai dari peran saat ia memilih produk berwawasan lingkungan.

Furniture materials acquired from the tropics is well known throughout the world, where the export of materials such as rattan furniture, both in raw form so as well, is a mainstay source of foreign exchange.

Design of furniture such as beds or beds for example, is an integral part of the whole design of the home spaces. If the concepts we are familiar with green design concepts and energy-efficient space to be implemented in a tropical design, we also know that furniture design 'green' too. If the two concepts, namely the concept of 'micro' in furniture fabric, and the concept of 'macro' in the room design together, we will get the concept of interior design 'green' and environmentally friendly.





built-in media cabinet
Furniture yang dibuat dari kayu asli semakin langka, karena itu lapisan "seperti" kayu bisa diaplikasikan pada material furniture berbahan dasar kayu olahan yang lebih murah untuk mencapai tampilan yang seperti kayu asli.

Berbicara furniture, tentunya tak lepas dari berbicara bahan material furniture tersebut. Selama ini, furniture yang biasa dibuat adalah furniture berbahan dasar kayu. Material kayu menjadi semakin mahal dan langka seiring makin langkanya tanaman kayu seperti jati. Seperti kita ketahui, umur kayu siap tebang seperti kayu jati biasa membutuhkan waktu hingga 15 sampai 20 tahun untuk ditebang. Jati emas bisa ditebang dalam jangka 5-7 tahun. Akibatnya, persediaan material yang makin menipis mengharuskan kita memilih bahan sintetis, daur ulang, dan terbarukan.

Today, the furniture with the label 'eco-label' or environmentally sound products, including products that are sought after. Apparently awareness of the environmental impact of furniture industry has greatly increased in the eyes of consumers. Consumers no longer look at types of furniture based on the shape, aesthetic value or price alone. Consumers also see the value of the role when he chose environmentally sound products.

[picture]
Furniture made from native wood is increasingly scarce, because it layers "like" wood materials can be applied to wood-based furniture cheaper processed to achieve that look like real wood.

Talking furniture, must not get out of talking furniture such materials. During this time, furniture is usually made of wood based furniture. Wood materials become more expensive and increasingly rare as the scarcity of plants such as teak wood. As we know, the age of ready-cut wood such as teak wood used to take up to 15 to 20 years to cut down. Golden teak can be harvested within 5-7 years. As a result, supplies of material thinning requires us to choose synthetic materials, recycling, and renewable.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.